30Jun

Begini Cerita Awal Mula Munculnya Tradisi THR di Indonesia

Bagi-bagi uang di hari raya alias THR seolah menjadi ‘virus’ tahunan yang sudah menjalar di kalangan masyarakat. Lantas bagaimana cerita awal mula munculnya tradisi THR?

Satu hal yang paling ditunggu-tunggu saat hari raya Idul Fitri adalah bagi-bagi THR. Yap, tradisi tahunan ini seolah menjadi ‘kebiasaan’ yang wajib ada di tiap tahunnya. Setiap karyawan yang sudah bekerja lebih dari setahun berhak atas THR yang jumlahnya satu bulan gaji.

Nah bicara soal THR, ada yang tahu engga awal mula munculnya tradisi tahunan ini? Kalau belum, Kudo punya nih ceritanya. Mau tahu? Yuk simak!

Di negara lain mungkin pemberian THR ini umumnya tidak berlaku, tapi bagaimana dengan di Indonesia? Sejak kapan sebenarnya tradisi bagi-bagi THR ini mulai berlaku?

Dari berbagai sumber yang Kudo dapat nih, usut punya usut ternyata pemberian uang tunjangan hari raya alias THR  pertama kali dimulai di era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi.

Dimana salah satu program kerja kabinet Soekiman adalah meningkatkan kesejahteraan pamong pradja.  Sejak masa itulah, pemberian tunjangan untuk pegawai berlaku. Besaran tunjangan yang diberikan berkisar antara Rp 125 – 200, atau setara dengan Rp 1,1 – 1,75 juta di masa sekarang, ditambah dengan tunjangan lainnya yang diberikan dalam bentuk tunjangan beras setiap bulannya. (Baca juga : Kelola THR Dengan Baik? Ini Tips Utamanya!)

Sasaran dari pemberian tunjangan ini hanya ditujukan untuk pegawai negeri, tapi ternyata muncul  kecemburuan sosial dari para kaum buruh. Alhasil mereka melakukan protes. Pada 13 Februari 1952, kaum buruh menggelar mogok yang menuntut pemerintah agar memberikan tunjangan juga untuk mereka. Namun, pemerintah tak langsung menuruti permintaan para kaum buruh.

Lalu kenapa Soekiman mengambil kebijakan membagikan THR pada masa itu? Ternyata terselip harapan yang tersembunyi dibalik pembagian THR tersebut. Yakni, dimaksudkan untuk bisa mengambil hati para pegawai negeri yang saat itu terdiri dari para priayi, menak, kaum ningrat, dan lainnya.

Akhirnya sejak saat itulah THR sekarang menjadi anggaran rutin pemerintah menjelang hari raya sampai sekarang. Nah, begitu Sobat Kudo asal muasal munculnya tradisi THR. Sekarang kamu jadi lebih tahu kan?

Kamu sudah dapat THR belum? Kalau sudah, yuk coba belanja keperluan lebaran dengan uang THR-mu di Kudo. Dijamin deh kamu bisa dapat produk keren dengan deretan promo yang super menarik, jadi lebaran kamu makin bergaya!

Sumber foto : www.flickr.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *