2 Cara Pembagian Hasil dalam Kerjasama Usaha Bagi Hasil
23Jul

2 Cara Pembagian Hasil dalam Kerjasama Usaha Bagi Hasil

Salah satu kendala yang dihadapi seseorang di dalam yaitu masalah modal. Apabila Anda tidak menginginkan untuk membangun suatu usaha dengan bermodalkan hutang di bank, maka solusinya yaitu dengan melakukan modal patungan bersama dengan rekan bisnis Anda yang percaya. Apabila hal tersebut terjadi, lalu bagaimana dengan skema pembagian keuntungan pendapatan terhadap usaha di kemudian hari?

Seperti yang telah dikatakan oleh penulis bisnis ternama Mike Moyer yang mana ia punya ide-ide menarik terkait persoalan bagi hasil bisnis patungan secara adil. Pembagian keuntungan selama ini masih sering didasarkan karena jumlah modal yang telah diberikan oleh masing-masing peserta pengusaha patungan tersebut. Padahal di dalam praktiknya, aktivitas dalam menjalankan usaha bukan hanya membutuhkan modal saja. Akan tetapi juga membutuhkan keahlian, waktu dan juga pengalaman dari pemilik modal tersebut.

Itulah yang membuat skema bagi hasil serta sistem pembagian porsi tetap diduga masih kurang adil. Dengan begitu, maka muncullah skema baru yang dibuat Moyer kemudian dikenal dengan sebutan teori porsi saham dinamis atau dinamik equity split. Inilah cara  melakukan pembagian hasil usaha patungan.

Usaha Patungan Sistem Porsi Tetap (Fixed Equity Split)

Cara pembagian hasil dalam kerjasama usaha bagi hasil yang pertama yaitu dengan sistem pers yang tepat atau fixed equity split. Biasanya cara tersebut terjadi untuk usaha-usaha baru yang bukan dalam bentuk PT atau perseroan terbatas. Misalnya seperti berikut ini:

Adi dan Budi telah sepakat untuk membentuk usaha patungan bersama dengan menggunakan komposisi modal awal dan juga pembagian keuntungan sebagaimana berikut ini:

  • 350 juta rupiah untuk modal awal Adi
  • 150 juta rupiah untuk modal awal Budi
  • Perhitungan untuk porsi bagi hasil dari kedua usaha patungan tersebut yaitu Adi sebesar 30% dan Budi sebesar 70%
  • Sifat dari komposisi tersebut akan selalu tetap selama bisnis patungan tersebut masih berjalan atau sampai terjadi perubahan komposisi terhadap kepemilikan. Contohnya jika Budi menjual porsi bagiannya kepada Adi maupun kepada orang lain.

Seiring dengan jalannya waktu, Adi kemudian dapat sebuah peluang bisnis baru dan selanjutnya ia menjalankannya sehingga Budi harus mengerjakan porsi Adi dan menjadi beban tambahan untuknya, sedangkan untuk porsi bagi hasilnya masih tetap.

Dilihat dari skema tersebut, contohnya dalam satu periode keuntungan yang didapat sampai 100 juta rupiah. Adi akan memperoleh keuntungan sebesar 70 juta. Sedangkan porsi keuntungan yang didapatkan Budi sebesar 30 juta rupiah tanpa membeda-bedakan siapa yang bekerja full time maupun part time.

Nah, sistem kerjasama bagi hasil yang paling ideal bisa Anda temukan di KUDO. Aplikasi KUDO telah membuka lowongan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendaftarkan dirinya sebagai agen di aplikasi KUDO. Dengan menjadi agen di aplikasi KUDO, Anda bisa melayani berbagai macam pembayaran seperti PDAM, tagihan listrik, internet sampai dengan cicilan motor.

Selain itu kudu juga bisa melayani pembelian token listrik, pulsa elektrik dan juga tiket kendaraan umum. Semuanya bisa dilakukan di aplikasi KUDO. Sedangkan keuntungan Anda peroleh dari menjadi agen KUDO yang setimpal dengan usaha yang Anda lakukan.

Usaha Patungan Sistem Porsi Saham Dinamis (Dynamic Equity Split)

Cara pembagian hasil dalam kerjasama usaha bagi hasil yang kedua yaitu usaha patungan sistem porsi saham dinamis atau dynamic equity split. Sistem ini sesuai dengan yang tertuang di dalam buku Slicing Fee – Funding Your Company Without Money. di dalamnya dijelaskan bahwa memberikan porsi keahlian dan juga kinerja sebagai parameter pembagian keuntungan. Jadi, secara rinci pembagian hasil dari bisnis tersebut disesuaikan dengan masing-masing kontribusi pemilik atau founder. Mulai dari modal usaha, waktu, paten, lisensi, kemampuan dan lain sebagainya.

Contoh:

Andi dan Ali bersama-sama membangun sebuah bisnis patungan pemula di bidang properti. Kemudian menggunakan sistem porsi saham dinamis atau dynamic equity split yang sesuai dengan kesepakatan di antara mereka. cara mengatur dua variabel yang digunakan untuk berbagai keuntungan yakni modal setoran awal dan juga waktu. Sedangkan kondisinya adalah sebagai berikut:

  • Andi punya network atau kenalan yang begitu luas pada bidang properti serta punya sejumlah dana
  • Ali punya kemampuan dalam memanage keuangan
  • Sesuai dengan kesepakatan di awal bahwa keahlian keduanya akan dihargai dengan perhitungan 1 jam kerja. Yaitu 1 jam kerja Andi seharga 250 ribu rupiah Karena jasanya yang lebih berpengalaman pada bidang properti. Sedangkan satu jam kerja Ali harganya 100 ribu rupiah karena Ali tidak punya pengalaman pada bidang properti.
  • Pada awal usaha, Andi telah memberikan modal sebesar 350 juta awal dan modal Ali sebesar 150 juta rupiah

Usaha Andi dan Ali telah berjalan dalam satu periode yang telah ditentukan bersama dengan kontribusi sebagai berikut:

  • Keuntungan dari perusahaan patungan tersebut sebesar 100 juta rupiah
  • Andi dan Ali telah setuju 50% keuntungan menjadi persyaratan perusahaan tersebut dipakai untuk modal kerja. Sedangkan sisanya dibagi rata sesuai dengan porsi masing-masing

Apabila memakai sistem porsi saham dinamis atau dynamic equity split, pembagian keuntungan yang diperoleh adalah:

  • Keuntungan Andi (70% x 50.000.000) = Rp 35.000.000
  • Keuntungan Ali (30% x 50.000.000) = Rp 15.000.000

Di dalam perjalanan suatu waktu, biasanya usaha patungan akan sering menjadi sampingan dari para pemiliknya. Dengan begitu suatu saat bisa saja salah satu dari pemiliknya misalnya Andi memperoleh ide bisnis baru dan kemudian meninggalkan bisnis patungan mereka serta menjadi modal pasif saja. Apabila kondisi tersebut telah terjadi, maka perhitungan keuntungan antara kedua pemilik usaha patungan tersebut menjadi:

  • Keuntungan perusahaan patungan sebesar 100 juta rupiah
  • Andi dan Ali telah setuju bahwa 50% keuntungan dari perusahaan patungan tersebut dipakai sebagai modal kerja dan sisanya dibagi rata sesuai dengan porsi masing-masing

Apabila memakai sistem porsi saham dinamis atau dynamic equity split, maka pembagian antara Keuntungan yang diperoleh adalah:

  • Keuntungan Andi (68% x 50.000.000) = Rp 34.000.000
  • Keuntungan Ali (32% x 50.000.000) = Rp 16.000.000

Terdapat beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang penggunaan dua metode di atas sebagaimana berikut ini:

  • Metode dynamic equity split atau porsi saham dinamis sangat cocok apabila dipakai untuk usaha yang masih baru dimulai sebagai suatu solusi alternatif dalam masalah permodalan selain berhutang kepada bank. Sifat usaha tersebut masih perorangan dan belum memiliki badan hukum
  • Jika suatu perusahaan yang sudah punya badan hukum PT, maka peraturan tersebut tentang pembagian hasil akan disesuaikan seperti aturan PT yang berlaku di negara Indonesia yakni di UU 40 tahun 2007

Seperti yang telah dijelaskan bahwa aplikasi KUDO Allah memberikan penawaran kerjasama bisnis kepada seluruh masyarakat Indonesia. KUDO sendiri telah menyediakan platform-platform untuk bisnis jualan online dengan beragam produk yang berkualitas di dalamnya. Selain itu, dengan menjadi agen KUDO juga bisa memberikan Anda dan seluruh masyarakat Indonesia kesempatan untuk bisa memperoleh pendapatan dengan sangat mudah. Jadi tunggu apa lagi segera gabung jadi agen KUDO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *