Cara Perhitungan Tagihan Listrik dan Mengurangi Resiko Tagihan Membengkak
26Jan

Cara Perhitungan Tagihan Listrik dan Mengurangi Resiko Tagihan Membengkak

Memakai sudah menjadi kebutuhan tetap yang harus dipenuhi setiap harinya. Tanpa listrik, segala macam kegiatan akan terhendat dan bahkan tidak dapat dilakukan. Bahkan bila tidak ada listrik dalam beberapa detik saja di dunia, kerugian akan dialami oleh peusahaan dan pihak–pihak tertentu. Listrik sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat lepas. Sayangnya terkadang karena pemakaiannya yang dirasa sangat penting, pembayaran listrik dapat membengkak. Untuk mengurangi resiko tersebut, coba perhatikan gambaran cara perhitungan ini juga tips agar tagihan tidak membengkak. Mungkin memang sulit untuk menghitung pemakaian listrik secara detail dan tepat, tetapi Anda dapat melakukan gambaran dengan langkah paling awal tentunya menghafal alat-alat elektronik apa yang sering digunakan setiap hari.

Tidak hanya itu, Anda juga harus mengingat berapa besar daya yang dipakai dari pemakaian alat-alat tersebut. Mari kita mulai melakukan perhitungan. Contohnya, dalam sehari-hari ada beberapa alat elektronik yang dinyalakan dalam durasi waktu tertentu secara rutin. Seperti televisi, setrika listri, mesin cuci, magic jar, dan kipas angin. Hitunglah dalam sehari biasanya berapa lama alat-alat tersebut menyala. Misalnya televisi biasanya menyala 3 jam dalam sehari, setrika listrik menyala 2 jam dalam sehari, mesin cuci menyala 1 jam dalam sehari, magic jar menyala 1 jam sehari, dan kipas angin menyala 6 jam sehari. Lalu hitung kira-kira berapa jumlah daya dari alat-alat elektronik tersebut. Cara menghitung pemakaian listrik itu dapat dilihat dari keterangan daya yang biasanya terdapat di keterangan alat elektronik agar saat membayar tagihan melalui KUDO salah satunya, perhitungan tidak akan jauh.

Keterangan besar daya dan pemakaian daya biasnaya terdapat di keterangan alat elektronik. Contoh selanjutnya, memakai televisi selama 3 jam sehari terhitung 450 watt, setrika jadi terhitung 180 watt, mesin cuci terhitung 150 watt, magic jar terhitung 180 watt, dan kipas angin terhitung 150 watt. Jumlahkan semuanya, berarti semuanya berjumlah 1.110 watt dalam sehari. Kalikan saja sebanyak sebulan atau 30 hari, totalnya menjadi 33.300 kWh atau 33,3 kWh. Terakhir, kalikan kembali dengan tarif biaya tagihan listrik per-kWh yang sesuai dengan golongan atau tipe listrik Anda. Ambil contoh lagi, listrik rumah Anda ialah R1T/1300 VA dengan tarif sebesar Rp1.467,28/kWh. Bila 33,3 kWh dikalikan tarif tersebut berarti jumlahnya atau jumlah pembayaran tagihan yang harus dibayar selama sebulan ialah sebesar Rp48.860,424 atau dibulatkan menjadi Rp48.900.

Ini hanya gambaran dan contoh saja, tentu pemakaian listrik kemungkinan besar jauh lebih banyak dan cara menghitung pemakaian listrik bulanan akan lebih panjang. Agar tagihan tidak membengkak, lakukan cara berikut. Anda dapat mendesain rumah untuk lebih hemat energi seperti keberadaan tempat sumber cahaya dan udara lebih banyak lagi sehingga menghemat menggunakan lampu juga alat pendingin udara. Selanjutnya dapat juga melakukan penentuan pemakaian listrik. Hal ini dapat meminimalisir pemakaian listrik seperti menghindari memakai alat elektronik yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan dan mencabut kabel-kabel yang sering dari colokan bila tidak digunakan. Apa lagi bila memang harus meninggalkan rumah, cabut semua colokan (kecuali yang dibutuhkan seperti kulkas). Terakhir, pilih jenis alat elektronik yang hemat dan tidak memakan banyak listrik. Ingin melakukan pembayaran listrik yang lebih praktis dan efisien? Bergabunglah dengan KUDO sebagai wadah bisnis yang mengikuti teknologi.

Sumber gambar: http://www.freepik.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *