Dua Pendiri Kudo Paparkan Rencana dan Kiat Sukses dalam Tech In Asia Jakarta 2017
17Nov

Dua Pendiri Kudo Paparkan Rencana dan Kiat Sukses dalam Tech In Asia Jakarta 2017

Jakarta, 2 November 2017 – Konferensi teknologi tahunan Tech In Asia Jakarta kembali digelar. Tahun ini acara diadakan di Jakarta Convention Centre (JCC) pada 1-2 November 2017.

Konferensi Tech In Asia merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap ekosistem teknologi. Khususnya di Asia, termasuk di Indonesia. Selama dua hari, konferensi ini dihadiri oleh para pakar dari berbagai startup nasional dan internasional yang berbincang dan berbagi wawasan tentang perencanaan startup, keuntungan bisnis, mengatur keuangan, hingga bagaimana kebijakan pemerintah dapat mendukung ekosistem digital.

Kudo, perusahaan teknologi yang mengembangkan platform Online-to-Offline (O2O) terkemuka di Indonesia kembali mendapatkan kesempatan untuk hadir sebagai pembicara dalam gelaran tahun ini. Tidak hanya satu perwakilan, melainkan kedua pendiri Kudo, Albert Lucius, CEO Kudo dan Agung Nugroho, COO Kudo.

Pada hari pertama, 1 November 2017, Tech In Asia Jakarta 2017 Main Stage mengundang Albert Lucius, bersama Aditya Hadi Pertama, Jurnalis Tech In Asia Indonesia sebagai moderator. Dengan bertajuk “Fireside Chat”, Albert membagikan berbagai hal, mulai dari perjalanan dan keputusan Kudo diakuisisi Grab, proses integrasi dengan Grab, hingga rencana yang sedang dan akan dijalankan oleh Kudo bersama Grab.

“Hal yang paling penting yang saya percaya dalam akuisisi adalah bagaimana kedua perusahaan berkolaborasi dan saling membantu satu sama lain setelah proses akuisisi selesai. Saat ini, saya masih menjalankan Kudo sebagai perusahaan independen, fokus kami tetap sama yaitu membantu pelanggan yang memiliki keterbatasan layanan untuk bertransaksi online. Hal yang berbeda adalah saat ini kami memiliki misi yang sejalan bersama Grab. Misalnya, kami integrasikan produk kami dengan Grab, dan membantu Grab memperluas jaringan operasionalnya, dengan memanfaatkan persebaran Kudo di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia,” ungkap Albert Lucius, Co-Founder dan CEO Kudo.

“Jumlah pertumbuhan Kudo telah meningkat secara signifikan setelah akuisisi. Hal ini dikarenakan oleh: pertama, kami mendapatkan akses ke jumlah pelanggan yang lebih besar dari Grab. Hal yang kedua adalah dukungan teknis dari Grab, dalam transfer pengetahuan dan praktek teknologi terdepan dari para ahli kelas dunia di Grab, dengan workshop internal untuk para engineer Kudo.”

Albert juga memaparkan rencana kedepannya untuk terus fokus mengembangkan bisnis Kudo di Indonesia, dan kemudian akan memperluas jaringan Kudo di wilayah operasional Grab yang tersebar di 7 negara Asia Tenggara.

Proses ‘perkawinan’ antara kedua perusahaan itu setelah akuisisi memang tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. Kudo akan berjalan bersama Grab untuk mencari jalan terbaik dalam mengintegrasikan kedua layanannya.

Di akhir sesinya, Albert menyampaikan tanggapannya mengenai bagaimana startup untuk exit. Menurutnya, tidak ada cara yang dianggap paling baik, mulai dari akuisisi, IPO, atau yang lainnya, dikarenakan hal ini tergantung dari strategi setiap startup untuk maju. Untuk menentukan jalan terbaik, Albert memberi saran kepada para Co-Founder untuk memahami market landscape secara mendalam, mulai dari memikirkan industrinya, bagaimana persaingan dalam industri tersebut, sampai apakah ada kesempatan untuk fundraising secara independen, atau lebih baik bergabung dengan perusahaan lain yang lebih besar untuk dapat mengatasi pasar bersama.

Pada hari kedua, 2 November 2017, Agung Nugroho, Co-Founder dan COO Kudo mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara tunggal di Revenue Stage. Dengan mengangkat tema “How to Scale Your Sales Team”, Agung membagikan tip dan wawasannya mengenai cara menghadapi tim sales dari generasi millennial. Dalam sesinya, Agung menekankan empat poin utama dalam memiliki tim sales yang kuat, yaitu understand, organize, scale, dan control. Menurutnya, organisasi adalah hal yang sangat penting dalam tim sales. Mulai dari struktur organisasi dan rantai komando yang jelas, sejajar dengan wilayah, industri, atau segmen, hingga peran yang jelas antara perluasan dan pemeliharaan.

“Setelah organisasi, Anda harus memikirkan bagaimana skala prosesnya, mulai dari proses perekrutan tim. Jika Anda tidak mengukur rekrutmen tim sales, Anda tidak tahu bagaimana cara untuk membuatnya menjadi lebih besar. Namun, bila Anda memiliki organisasi yang jelas, Anda dapat mengukur tim sales dengan lebih baik. Hal yang kedua adalah jangan harap tim sales mengetahui cara menjual produk Anda, investasikan dalam pelatihan yang terstandarisasi, agar semua tim sales berjalan sesuai prosedur, dan tidak menimbulkan asumsi maupun salah paham tentang informasi yang diterima.. Selanjutnya adalah menyelaraskan tim secara internal, terutama keterkaitan antara tim sales dan tim marketing, yang tidak jarang mengalami tantangan dalam proses komunikasi dan kinerjanya,” ungkap Agung Nugroho.

Agung juga memaparkan poin terakhir dalam memiliki tim sales yang kuat, yaitu dengan monitor dan control. Hal yang paling diperhatikan dalam tim sales adalah KPI. Dalam membentuk KPI yang jelas, diperlukan pengukuran dua hal, yaitu hasil dan proses.

“Di Kudo, yang disebut sebagai hasil adalah GMV dari para agen. Namun ada proses yang kami lakukan, yaitu dengan kunjungan agen rutin oleh tim sales, dengan menggunakan teknologi barcode secara real time untuk absensi antara agen dan tim sales. Pemantauan real time hanya bisa dilakukan jika kita menggunakan teknologi yang tepat. Oleh karena itu, luangkanlah waktu untuk memikirkan bagaimana mengendalikan tim sales dan bagaimana membangun teknologi yang mengukur tim sales Anda. Kudo memiliki divisi yang mendedikasikan karyanya dalam menciptakan teknologi untuk mengukur tim sales. Tidak hanya performance monitoring, tetapi juga dashboard secara khusus.”

Agung menutup presentasinya dengan menegaskan bahwa struktur organisasi yang jelas dan kontrol secara penuh atas tim sales adalah hal yang terpenting agar tidak menciptakan ruang untuk interpretasi dalam menghadirkan tim sales yang solid.

Tag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *