20Dec

Kerjasama Usaha Online dan Offline Terbaru Bombastis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Terjun di dunia bisnis memang menjadi keinginan banyak orang pada masa kini. Namun banyak yang mengurungkan niat karena banyaknya persaingan dalam bidang yang ingin mereka tekuni. Orang-orang beranggapan bahwa mereka akan hancur sebelum sempat untuk mereka. Tetapi ada hal positif dibalik persaingan ini. Persaingan mendorong setiap individu yang melakukan kegiatan bisnis untuk selalu berupaya meningkatkan kreatifitas, dan selalu menemukan inovasi terbaru. Dampaknya akan muncul produk baru dipasaran.

Persaingan secara langsung dapat dihindari. Kita mungkin takut karena adanya persaingan secara langsung. Ada trik jitu untuk menghindari persaingan secara langsung, atau setidaknya mengurangi persaingan. Cara tersebut tak asing bagi kita. Ya, caranya adalah . dapat menjadi pondasi awal bagi kita yang ingin memulai bisnis tetapi takut akan persaingan secara langsung.

Kerjasama usaha sangat membantu bagi orang-orang yang ingin memulai bisnis. Mereka bisa memiliki partner untuk menjalankan bisnis yang mereka tekuni dengan tujuan yang sama, yaitu mencapai keuntungan. Kerjasama usaha yang  baik juga dapat meningkatkan bisnis kita. Ada banyak jenis kerjasama usaha yang bisa kalian pilih. Berikut ulasan tentang jenis .

Waralaba

Sistem kerjasama usaha yang sedang banyak diminati oleh orang-orang era sekarang adalah atau lebih dikenal sebagai Franchise. Waralaba dapat diartikan sebagai jenis kerjasama usaha dalam penggunanaan hak kekayaan intelektual. Pihak perorangan ataupun badan yang melakukan kerjasama usaha waralaba mempunyai untuk menggunakan hak kekayaan intelektual dari pihak penyedia waralaba. Hak kekayaan intelektual yang dimaksud disini seperti hak paten, merk dagang, dan hak cipta. Berdasarkan pengamatan lapangan, di Indonesia banyak sekali jenis waralaba yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Menjamurnya jenis kerjasama usaha dengan waralaba ini mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan yang terkait dengan waralaba. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007. Waralaba memiliki kriteria atau syarat seperti

  1. Memiliki identitas usaha, yang dimaksud memiliki identitas usaha adalah memiliki keunikan yang membedakan usaha ini dengan jenis usaha lain. Keunikan tersebut bisa berupa pelayanan konsumen yang berbeda dengan usaha lain.
  2. Memiliki standar operasional prosedur tertulis atau kita kenal dengan SOP. Hal tersebut bertujuan agar pihak yang ingin menjadi waralaba dari pihak penyedia, mampu melakukan kegiatan usaha sama dengan pihak penyedia dalam.
  3. Mudah diajarkan dan di aplikasikan, kriteria ini bermaksud bahwa sistem waralaba mudah diajarkan kepada pihak yang berminat untuk membuka usaha waralaba walaupun pihak tersebut tidak memiliki pengalaman dalam bidang terkait. Sehingga pihak yang memulai dapat dengan mudah melaksanakan operasional bisnisnya.
  4. Sudah terbukti, nah mungkin ini kriteria yang menjadi acuan setiap orang yang ingin bekerjasama usaha. Pihak penyedia waralaba harus sudah terbukti dalam kancah bisnis. Bukti tersebut berupa keuntungan, kiat bisnis untuk menangani permasalahan dalam proses berjalannya bisnis tersebut, dan yang pasti masih bertahan kurang lebih 5 tahun serta masih berkembang.
  5. Dukungan yang berkesinambungan dari pihak penyedia waralaba. Dukungan ini dapat berupa pelatihan kepada pihak waralaba, bimbingan dalam pelaksanaan operasional sampai dengan promosi.
  6. Hak kekayaan intelektual, setiap pihak yang ingin menjadi pihak penyedia waralaba wajib mempunyai hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar. Hak kekayaan intelektual dapat berupa merk dagang, hak paten, hak cipta dan rahasia dagang. Mengapa hak kekayaan intelektual wajib dimiliki? Karena sistem waralaba ini merupakan kerjasama usaha yang berfokus pada hak kekayaan intelektual seperti yang telah dijelaskan di awal.

Jenis kerjasama waralaba ini cukup diminati karena memiliki keunggulan. Berdasarkan studi dari sebuah laman, waralaba mempunyai keunggulan dan juga kelamahan. Berikut penjelasannya

  1. Manajemen bisnis yang telah terbangun. Dalam sebuah bisnis, menciptakan manajemen yang ideal merupakan keinginan setiap pihak. Namun untuk menciptakan manajemen ideal yang menjadi pondasi sebuah bisnis tidaklah mudah dan membutuhkan waktu serta proses yang panjang. Waralaba memiliki keuntungan dibanding kerjasama usaha jenis lain. Mereka menawarkan manajemen bisnis yang telah dibangun. Pihak yang ingin menjadi waralaba tidak perlu repot membangun manajemen bisnis.
  2. Sudah dikenal masyarakat. Waralaba memiliki kriteria seperti penjelasan diatas yaitu bukti serta masih bertahan dan berkembang. Hal tersebut menjadi keuntungan pihak yang ingin menjadi waralaba. Pihak penyedia waralaba pasti merupakan entitas bisnis yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  3. Kerja sama usaha yang terbangun. Keunggulan ini merupakan nilai lebih dari jenis kerjasama usaha waralaba. Pihak waralaba mendapatkan keuntungan darii pihak penyedia waralaba seperti rantai pasokan, marketing, dan promosi.

Selain keuntungan dari sistem kerjasama usaha waralaba, mereka juga memiliki sisi kelemahan. Berikut ini penjambarannya.

  1. Kurang kendali. Bisnis waralaba memang menawarkan segalanya, dari pasokan sampai dengan promosi. Namun hal tersebut justru menjadi kelemahan bagi kita. Pihak waralaba akan terikat dengan penyedia waralaba, dimana kita tidak bisa mempunyai ruang gerak yang bebas. Pihak waralaba tidak bebas untuk melakukan pengembangan produk karena hal tersebut biasanya terhambat oleh perjanjian dengan pihak penyedia waralaba. Kerjasama usaha waralaba lebih dikendalikan oleh penyedia waralaba.
  2. Ketergantungan pada reputasi penyedia waralaba. Salah satu kelemahan terbesar dari jenis kerjasama usaha waralaba adalah ketergantungan pada reputasi penyedia waralaba. Hal tersebut merupakan kerugian besar apabila penyedia waralaba melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal. Kesalahan tersebut akan digunakan oleh konsumen untung menilai semua pihak waralaba terkait. Pada akhirnya memang bukan kita yang menghancurkan reputasi, tapi akibat dari pihak lain kita jadi terkena imbasnya.
  3. Biaya yang tinggi. Bagi setiap orang ataupun badan yang ingin menjalankan kerjasama usaha waralaba harus berpikir panjang. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan tidaklah murah. Biaya tersebut merupakan biaya awal perjanjian dan belum termasuk biaya lanjutan seperti biaya pelatihan serta promosi.

Bagi hasil

Bagi pembaca mungkin sistem kerjasama ini merupakan hal yang tidak asing ditelinga anda. Sistem bagi hasil merupakan sistem kerjasama usaha yang sudah lama. Definisi dari sistem ini juga memiliki banyak versi, namun yang baku dari sistem bagi hasil adalah adanya perjanjian antara pemodal dan pengelola usaha yang memiliki keahlian atau kecakapan untuk menjalankkan dana yang dimiliki pemodal untuk melakukan sebuah kegiatan usaha. Dalam sistem ini biasanya hanya terdapat 2 pihak terkait, yaitu pemilik modal dan pengelola modal. Pemilik modal bertugas untuk menyediakan dana ataupun modal guna kegiatan usaha, sedangkan pengelola modal bertugas sebagai pengelola modal yang diberikan oleh pemilik modal guna kegiatan usaha. Sistem ini sangat sederhana bagi orang-orang yang ingin memulai kerjasama usaha. Dari pembagian tugas tadi, pemilik modal adalah pengawas dan pengelola modal adalah petugas operasional.

Sistem bagi hasil memang mudah untuk dilakukan, tetapi tidak terlepas dari keunggulan maupun kekurangannya. Berikut kami sajikan kekurangan dan kelebihan sistem kerjasama usaha bagi hasil.

  1. Pemodal mendapatkan passive income. Secara garis besar, pemilik modal hanya bertugas menyediakan modal untuk pengelola modal. Sehingga pemilik modal tidak ikut campur tentang pengelolaan bisnis tersebut, mereka hanya bertugas sebagai pengawas bisnis. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi kita apabila berada diposisi sebagai pemilik modal.
  2. Sistem kerjasama usaha yang sangat sederhana. Sistem ini merupakan sistem yang sangat sederhana. Hanya ada pemilik modal dan pengelola modal. Mereka melakukan kerjasama usaha dengan perjanjian pembagian keuntungan yang telah disetujui kedua belah pihak. Sangat sederhana dan klasik.

Dibalik keuntungan dari sistem bagi hasil, mereka juga menyimpan beberapa kekurangan yang harus dihadapi, antara lain:

  1. Sistem kerjasama usaha bagi hasil tidak bisa dijalankan oleh sembarangan orang. Karena kerentanan yang dialamin oleh pemilik modal, sistem ini tidak bisa sembarang orang. Pemilik modal hanya akan melakukan kerjasama usaha bagi hasil dengan orang yang terpercaya. Selain itu, mereka juga merupakan orang yang berkompeten serta profesional di bidangmya.
  2. Terjadi kesenjangan. Sistem ini sulit untuk dilaksanakan dalam jangka panjang dengan asumsi bisnis tersebut maju pesat. Terjadi kesenjangan antara pemilik modal dan pengelola modal. Pengelola yang merasa bahwa dirinya yang berjasa atas prestasi yang di dapatkan oleh bisnis ini. Namun disisi lain pemilik modal juga merasa tanpa ada campur tangan modal darinya, bisnis ini bukan apa-apa..

Dari 2 jenis kerjasama usaha yang telah dijabarkan, mungkin ada yang telah menentukan jenis kerjasama usaha mana yang mau dipilih? Jangan terburu-buru dulu. Masih ada beberapa kerjasama usaha yang lainnya salah satunya adalah bermitra. Seperti yang ditawarkan oleh KUDO kepada semua orang. KUDO hadir sebagai bentuk dari keinginan para pendirinya agar setiap lapisan masyarakat menjadi pengusaha. KUDO merupakan platform yang menyediakan semua kebutuhan masyarakat. Selain sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, KUDO juga membuka tangan untuk setiap orang yang ingin melakukan kerjasama usaha dengan keuntungan maksimal dan resiko yang sangat minim. Dalam penyediaan setiap kebutuhan masyarakat, KUDO bekerjasama dengan perusahan yang terpilih. Masyarakat bisa mencari apa saja yang mereka butuhkan di KUDO. Alat komunikasi, jasa pemesanan transportasi hingga jasa pembayaran.

Lalu bagaimana caranya untuk menjadi mitra KUDO?

Nah, orang-orang pasti penasaran dengan jenis kerjasama yang KUDO tawarkan yaitu menjadi mitra ataupun . Menjadi agen KUDO bukanlah sesuatu yang sulit. Proses yang harus dilakukan sangatlah mudah. Kalian hanya perlu mendownload di Google Play Store dan install aplikasi KUDO. Kemudian anda harus login dan mendaftarkan diri anda sebagai agen KUDO. Anda hanya perlu mengisikan saldo di KUDO untuk memulai menjadi agen KUDO. Saldo minimalnya pun rendah, hanya dengan Rp10.000 anda sudah bisa menjadi agen KUDO. Setelah terdaftar menjadi agen KUDO, mulailah bisnis anda, banyak transaksi yang bisa anda lakukan seperti pembelian pulsa, pembayaran TELKOM, pembelian token PLN, pembayaran angsuran leasing, dan masih banyak lainya. Darimana agen mendapat pemasukan dengan bermitra dengan KUDO? Tenang, setiap transaksi yang dilakukan oleh agen, maka KUDO memberikan komisi yang besarannya bergantung dari nilai transaksi yang dilakukan. Menarik bukan? Selain itu, banyak promo yang bisa dimanfaatkan oleh agen untung mendapatkan pemasukan lebih. Untuk lebih lengkapnya, yuk kunjungi di http://kudo.co.id atau bisa download aplikasinya di Google Play Store.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *