05Jul

Kerjasama Usaha Offline dan Online Tahun 2017 Boombastis!

Dalam dunia terdapat beberapa macam . ini biasanya dilakukan antar perusahaan atau perseorangan dengan perusahaan. Kerjasama memiliki tujuan, mulai dari menyelamatkan bisnis, memperluas cakupan bisnis hingga menambah dan mempertajam yang ada. Pada akhirnya, ini akan sama-sama berujung pada tujuan ekonomis, yaitu memperbesar keuntungan yang dapat diperoleh dari suatu bisnis tertentu. Berikut akan dijelaskan satu per satu mengenai jenis-jenis kerjasama serta cara pembagian hasil yang biasanya berlaku dalam kerjasama bisnis.

Kerjasama Usaha dalam Bentuk Merger

Bentuk kerjasama usaha yang pertama adalah merger. Merger dapat diartikan secara sederhana sebagai penggabungan. Dalam Undang Undang Perseroan Terbatas atau UUPT, merger diartikan sebagai perbuatan hukum yang melibatkan dua perseroan atau lebih dalam meleburkan diri dan mendirikan satu perseroan baru. Berdasarkan hukum, perseoran baru ini akan memiliki aktiva serta pasiva yang berasal dari perseroan yang telah menggabungkan diri sebelumnya. Penggabungan ini juga dapat disebut sebagai akuisisi perusahaan yang sudah ada akan dikembangkan. Pengembangan terjadi karena ada minimal dua buah perusahaan yang bergabung menjadi satu. Dalam akuisisi, salah satu perusahaan akan tetap berdiri sementara lainnya bubar karena telah dilebur ke dalam perusahaan yang tetap berdiri tersebut.

Merger dapat menjadi cara perusahaan dalam mengatasi persaingan usaha agar dapat tercipta perusahaan baru yang lebih kuat serta besar dalam menghadapi pasar. Merger juga termasuk dalam usaha restrukturisasi guna menciptakan sinergi dibanding cara lain dalam mengatasi persaingan. Tujuan merger antaranya adalah memperbesar modal, mengembangkan jalur produksi, menyelamatkan kelangsungan produksi serta menciptakan sistem pasar monopolistik.

Kerjasama usaha merger juga memiliki manfaat yang besar. Manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang melakukan merger, namun juga konsumen. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Merger bisa memberikan efisiensi serta peningkatan produktivitas bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan merger
  2. Memberi solusi bagi beragam masalah, misalnya adalah kesulitan ataupun masalah ancaman kebangkrutan
  3. Bisa meningkatkan utilisasi kapasitas berlebih, menekan biaya transportasi hingga mengganti manajer yang kinerjanya buruk
  4. Akses modal dapat diberikan dalam internal perusahaan
  5. Manfaat terkait riset serta pengembangan juga bisa diberikan
  6. Menghasilkan biaya produksi lebih rendah sehingga berpengaruh juga pada penurunan harga
  7. Kualitas produk akan meningkat sehingga dapat tetap konsumen

Berdasarkan hubungan usahanya, setidaknya merger bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

  1. Pertama adalah Horizontal Merger atau merger dari dua unit usaha ataupun lebih dengan produk sejenis serta berupa barang ataupun . Merger jenis ini akan dilakukan guna mengurangi persaingan yang terjadi pada industri serta memperkuat pangsa pasar.
  2. Kedua adalah Vertikal Merger, yaitu merger antara dua unit usaha ataupun lebih dengan keterkaitan terhadap atau pelanggan. Vertikal Merger akan kerap dilakukan sebagai upaya dalam menjaga keberlangsungan produksi serta operasional perusahaan.
  3. Ketiga ada Congeneric Merger, yaitu merger antara dua unit usaha ataupun lebih dalam industri sejenis serta tidak memiliki keterkaitan apapun dari segi supplier atau pelanggan
  4. Keempat adalah Conglomerate Merger. Merger ini biasa terjadi antara dua unit usaha atau lebih dan terjadi dalam industri yang berbeda serta tidak memiliki keterkaitan satu sama lain. Model ini dapat dikatakan merupakan diversifikasi usaha dalam rangka mengurangi resiko.

Kerjasama Usaha dalam Bentuk Konsolidasi

Penawaran kerjasama usaha bisnis yang kerap terjadi bukan hanya merger, namun juga konsolidasi. Konsolidasi berarti melebur, dan merupakan perbuatan hukum dua perseroan ataupun lebih dalam meleburkan diri. Caranya ialah dengan mendirikan perseroan baru. Secara hukum, perseroan baru ini akan mendapat aktiva serta pasiva dari perseroan yang telah meleburkan diri tadi. Selain itu, status badan hukum dari perseroan yang meleburkan diri akan berakhir karena hukum. Konsolidasi juga umum disebut sebagai sebuah peleburan perusahaan yang menyebabkan perusahaan-perusahaan akan bergabung dan membentuk sebuah perusahaan baru.

Bisnis kerjasama dengan perusahaan yaitu konsolidasi ini seringkali disamakan dengan merger. Kedua istilah ini juga seringkali dianggap sama artinya, walau sebenarnya terdapat perbedaan antara keduanya. Dalam merger, usaha-usaha yang bergabung menjadi satu tidak akan lenyap. Sementara dalam konsolidasi, penggabungan antara perusahaan-perusahaan ini akan membuat perusahaan lama lenyap dan digantikan perusahaan baru. Oleh karena itulah konsolidasi kerap disebut sebagai peleburan.

Konsolidasi tentunya memiliki keuntungan dan tujuan tersendiri. Berikut adalah beberapa tujuan yang hendak dicapai berkat terjadinya konsolidasi.

  1. Memperbesar jumlah modal yang sudah ada
  2. Menyelamatkan keberlangsungan produksi agar tidak jatuh bangkrut
  3. Memperbesar sinergi perseroan
  4. Mengamankan jalur distribusi
  5. Mengurangi pesaing serta mampu bersaing dengan cara monopolistik

Kerjasama Usaha Melalui Joint Venture

Ada lagi bentuk kerjasama usaha yang dinamakan sebagai joint venture. Joint venture sendiri merupakan persetujuan yang terjadi antara dua pihak ataupun lebih agar dapat melakukan kerjasama dalam kegiatan tertentu. Persetujuan ini adalah sebuah kesepakatan atas perjanjian tertentu dan berpegang pada serangkaian prinsip KUH Perdata. Persetujuan yang dilakukan juga harus memenuhi syarat serta sah menurut hukum dalam KUH Perdata. Di antaranya adalah para pihak akan sepakat dalam mengikatkan diri, cakap dalam melakukan perbuatan hukum, mengenai suatu hal tertentu serta tidak boleh bertentangan dengan hukum, ketertiban umum atuapun kesusilaan.

Joint venture juga dapat dideskripsikan sebagai patungan dalam persetujuan yang terjadi antara kedua belah pihak ataupun lebih dalam kerjasama suatu proyek. Seringkali kerjasama usaha joint venture akan dilakukan jika perusahaan-perusahaan saling melengkapi serta ingin membuat suatu barang ataupun jasa yang dapat memperkuat posisi masing-masing. Joint venture juga dibatasi di suatu proyek investasi. Kepemilikan investasi dalam joint venture ini bisa dilakukan secara bervariasi. Umumnya, kepemilikan mayoritas ada di pihak asing, sementara minoritas ada di pihak nasional. Kepemilikan juga bisa ditentukan secara seimbang serta dapat pula seratus persen dipegang salah satu partner. Sementara partner lainnya akan memiliki opsi dalam mendapat sebagian atau seluruh saham.

Joint venture atau disebut juga usaha patungan ini termasuk dalam kegiatan penanaman modal asing atau PMA. Kerjasama usaha bagi hasil ini tertuang dalam Pasal 27 Undang Undang Penanaman Modal. Pemerintah akan mengoordinasi kebijakan terkait penanaman modal, baik antar instansi pemerintah dengan daerah, instansi pemerintah dengan Bank ataupun antar pemerintah daerah. Koordinasi akan dilakukan oleh Badan Kepala Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM. Lembaga ini sendiri termasuk dalam lembaga non departemen yang independen serta bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden. Joint venture juga dapat berupa kerjasama pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional. Kerjasama dilakukan berdasarkan suatu perjanjian. Subjek joing venture ini dapat berupa antara orang atau badan hukum Republik Indonesia dengan sesama orang atau badan hukum ataupun dengan asing.

Kerjasama usaha bagi hasil joint venture tentunya memiliki keuntungan tersendiri. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Badan usaha Indonesia dapat memperoleh bantuan pendanaan dengan cara memanfaatkan modal dari asing
  2. Badan usaha Indonesia akan bisa memanfaatkan manajemen asing terutama yang sudah lebih berpengalaman
  3. Badan usaha Indonesia bisa memanfaatkan serta menembus pasar yang ada di luar negeri
  4. Pihak asing dapat memperoleh akses yang lebih mudah ke sumber-sumber lokal
  5. Pihak asing juga bisa memiliki akses agar dapat masuk ke dalam pasar domestik yang dimiliki oleh mitra lokal

Kerjasama Usaha dalam Bentuk Waralaba

Waralaba yang dalam bahasa Inggrisnya adalah franchising merupakan kejujuran ataupun kebebasan dalam menjual suatu produk, jasa atau layanan. juga dapat diartikan sebagai perikatan ketika salah satu pihak akan mendapat hal dalam memanfaatkan atau menggunakan hak kekayaan intelektual ataupun pertemuan dari ciri khas usaha pihak lain dengan imbalan jasa berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Definisi lainnya dari waralaba ialah sistem pendistribusian barang maupun jasa pada pelanggan akhir. Frachisor atau pemilik merk akan memberi hak pada perusahaan ataupun individu dalam melaksanakan bisnis menggunakan merk, nama, sistem serta prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Istilah yang sering digunakan dalam kerjasama usaha waralaba ialah franchisor serta franchisee. Franchisor adalah pihak yang memberikan waralaba. Franchisor dapat berupa badan usaha ataupun perorangan yang selanjutnya akan memberi hak pada pihak lain dalam memanfaatkan serta menggunakan hak kekayaan intelektual dalam usaha yang dimiliki. Sementara franchisee adalah penerima waralaba. Franchisee juga dapat berupa badan usaha ataupun perorangan. Mereka diberi hak dalam memanfaatkan serta menggunakan hak kekayaan intelektual dari pemberi waralaba. Dulunya waralaba ini dikenal sebagai franchise, namun kini sudah banyak digunakan istilah dalam bahasa Indonesianya yaitu waralaba.

Waralaba seringkali ditemukan dalam bentuk kerjasama , seperti waralaba restoran cepat saji dan lain sebagainya. Waralaba sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu

  1. Waralaba luar negeri yang cenderung lebih diminati karena sistem yang lebih jelas serta merknya sudah diterima
  2. Waralaba dalam negeri yang seringkali menjadi pilihan investasi orang-orang yang ingin segera menjadi namun tidak memiliki pengetahuan cukup terkait piranti awal dan juga kelanjutan usaha.

Terdapat beberapa kriteria tertentu agar sebuah waralaba dapat berjalan dengan lancar. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Usaha harus memiliki ciri khas, artinya terdapat keunggulan ataupun perbedaan yang tidak akan mudah ditiru atau dibandingkan dengan usaha lainnya. Ini akan membuat konsumen dapat mencari ciri khas yang dimaksud secara mudah. Contohnya adalah dari segi cara penjualan, sistem manajemen, pelayanan dan lain sebagainya.
  2. Usaha juga harus terbukti dapat memberi keuntungan. Dalam pengalaman pemberi waralaba yang sudah dimiliki selama kurang lebih lima tahun, telah terdapat kiat-kiat bisnis guna mengatasi aneka masalah yang dijumpai dalam perjalanan usahanya, serta terbukti masih bisa bertahan. Usaha juga harus terbukti bisa dikembangkan serta menguntungkan.
  3. Usaha memiliki standar untuk pelayanan barang ataupun jasa yang ditawarkan secara tertulis. Hal ini dimaksudkan agar penerima waralaba bisa melaksanakan usaha dalam sebuah kerangka yang jelas serta sama.
  4. Usaha bisa diajarkan serta diaplikasikan secara mudah. Ini penting agar penerima waralaba bisa melaksanakan usaha dengan baik walaupun belum memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup mengenai usaha tersebut. Pemberi waralaba juga harus memberikan bimbingan operasional serta manajemen yang berkesinambungan.
  5. Dukungan yang berasal dari pemberi waralaba harus dilakukan secara berkesinambungan, yaitu dilakukan secara terus menerus seperti pelatihan, bimbingan operasional serta promosi.
  6. Hak Atas Kekayaan Intelektual atau HAKI sudah terdaftar, terkait dengan merk, hak cipta, paten serta rahasia . Selain sudah didaftarkan, juga telah memiliki sertifikat ataupun sedang dalam pendaftaran agar resmi di instansi berwenang.

Dua Cara Pembagian Hasil Kerjasama Usaha

Tentu saja tidak ada yang salah dengan bisnis yang dibangun secara kerja sama bersama dengan partner bisnis. Hal ini kerap dilakukan apabila pemilik bisnis merasa ada sesuatu yang kurang apabila bisnis hanya didirikan seorang diri, baik dari segi kemampuan ataupun modal. Partner bisnis akan dibutuhkan agar kekurangan tersebut dapat ditutupi. Selain dapat menyempurnakan bisnis, kehadiran partner juga bisa menjadi teman berbagi suka dan duka dalam menjalakan bisnis. Partner bisnis dapat pula menjadi penasihat dalam tiap pengambilan keputusan. Tetapi, terdapat perbedaan antara bisnis yang dibangun sendiri dengan bisnis yang dibangun secara bersama-sama. Sistem kerjasama usaha ini adalah sistem pembagian keuntungan.

Sehingga, keuntungan dari kerjasama bagi hasil juga harus dibagi rata untuk partner bisnis Cara pembagian dari hasil usaha yang paling ideal ialah didasarkan pada besaran investasi masing-masing pihak dalam bisnis yang sama. Pembagian hasil usaha yang didasarkan investasi ini adalah pembagian yang terbilang adil. Sebagai contoh, apabila pihak A memiliki kontribusi 30% dan pihak B berkontribusi 70%, maka pemberian hasil usaha akan disesuaikan besaran kontribusi mereka. Pihak A akan mendapat keuntungan dari usaha sebesar 30% dan pihak B mendapat keuntungan sebesar 70%. Ini adalah pembagian yang adil, sehingga tidak harus 50-50 karena akan merugikan pihak yang memberi kontribusi lebih besar.

Dengan contoh kasus investasi yang sama, pembagian keuntungan ternyata tetap dapat dilakukan dengan rasio 50-50. Hal ini bisa terjadi apabila pihak A yang memberi kontribusi 30% saha memiliki kemampuan dalam mengelola bisnis. Sementara pihak B walaupun memiliki investasi lebih tinggi yaitu sebesar 70% namun hanya bertindak sebagai investor saja. Singkatnya, pihak A yang berkontribusi lebih rendah ternyata memiliki andil besar dalam membangun usaha. Maka, pembagian keuntungan bisa dilakukan menggunakan rasio 50-50, yaitu separuh untuk pihak A dan separuh untuk pihak B. Pihak A akan tahu bagaimana agar dapat mengambil keputusan sementara pihak B sebagai investor akan memantau jalannya usaha tanpa harus turun tangan secara langsung.

Dalam sistem kerjasama usaha bagi hasil yang kedua ini, pihak A dengan nilai investasi lebih kecil tetap akan memiliki kesempatan dalam memiliki usaha sepenuhnya. Ini bisa dilakukan apabila pihak A menggunakan keuntungan yang didapatnya untuk membayar kembali investasi yang sudah dilakukan pihak B. Kerjasama bisnis juga akan tetap menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Kerjasama Usaha Offline dan Online

Tips Menjalankan Kerjasama Usaha

Kerjasama usaha nyatanya tidak selalu . Beberapa di antaranya bahkan berakhir dengan kegagalan. Agar dapat diperoleh hasil maksimal terkait kerjasama yang dilakukan antar perusahaan, berikut adalah beberapa yang dapat diterapkan.

  1. Mulailah kerjasama dengan membuat visi serta misi bersama. Dalam bisnis apapun, penting bagi kita dan juga mitra bisnis dalam menentukan visi dan misi dari usaha masing-masing sebagai langkah pertama. Apabila semua pikiran tidak dapat mengarah ke arah yang sama, makan akan timbul perselisihan ke depannya. Motif masing-masing perusahaan bisa berbeda, namun tujuan akhirnya akan sama. Tipsnya, luangkanlah waktu untuk mendiskusikan visi serta misi perusahaan bersama mitra bisnis. Cari beberapa faktor yang dapat memberi energi serta motivasi dalam menjalankan bisnis.
  2. Kedua, pastikan kebutuhan serta harapan dapat diungkapkan secara jelas. Cari tahu apa yang sebenarnya diharapkan oleh mitra bisnis dan berusahalah dalam memenuhi harapan tersebut. Miliki pula rencana agar dapat berjaga-jaga apabila kepentingan pribadi ataupun kepentingan bisnis tiba-tiba berubah. Kita akan dapat mengantisipasi supaya tidak terjadi hal buruk ke depannya.
  3. Ketiga, identifikasi serta manfaatkan kekuatan mitra. Mitra bisnis akan bergabung karena beberapa alasan serta memiliki berbagai harapan. Ini karena keahlian dari masing-masing individu yang berbeda. Pastikan kita tidak mengabaikan keahlian dari masing-masing individu karena dapat menimbulkan perbedaan yang signifikan terkait motivasi, komitmen serta kesuksesan bisnis nantinya. Tunjukkan serta manfaatkan kekuatan masing-masing individu agar dapat menambah energi serta motivasi sehingga bisa meningkatkan peluang kesuksesan.
  4. Lengkapi kekurangan mitra bisnis. Kekurangan ini bisa dalam bentuk strategi, pemasaran, penjualan, pengembangan produk atau jasa, manajemen keuangan, manajemen tim, administrasi, dan lain-lain. Identifikasi kekurangan bisnis dari mitra dan antisipasi dengan cara merekrut tim yang tepat. Lihat hal-hal yang bisa menjadi masalah untuk kita dan kemungkinan apakah kita bisa mendapat dukungan yang berasal dari pihak lain.
  5. Tetapkan tujuan individu dan juga perusahaan. Peluang usaha kerjasama bagi hasil bisa sukses apabila kita serta mitra bisnis menentukan tujuan masing-masing agar dapat menunjang tujuan perusahaan. Pastikan tujuan telah disusun secara terstruktur dan juga mendukung ekspektasi untuk bisnis tersebut.
  6. Jika ditemukan adanya perselisihan, kekecewaan ataupun rasa frustrasi, segera atasi perbedaan tersebut agar hubungan dengan mitra dapat tetap terjalin. Jangan biarkan perasaan benci ini tumbuh satu sama lain apalagi dalam waktu yang lama. Jadwalkan secara rutin agar bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang muncul. Buat agenda sebulan sekali agar semua pihak yang terlibat dalam perusahaan bisa datang.
  7. Terakhir, tentukan peran kerja dari masing-masing mitra bisnis. Pastikan kita dan mitra bisnis membagi peran kerja secara jelas dan juga adil. Karena jika tidak, hal ini bisa memicu konflik karena asumsi atau harapan yang berjalan tidak semestinya. Peran kerja mirip dengan deskripsi sehingga peran kerja ini pun harus dirumuskan sejelas dan sedetail mungkin. Peran kerja yang tidak jelas akan memicu kekecewaan mitra bisnis dan bisa berujung pada konflik. Untuk meminimalisir konflik, definisikan tugas yang dilakukan bersama mitra bisnis dengan jelas.

Kerjasama usaha ternyata tidak hanya dapat terjadi secara offline. Kini, kerjasama juga turut terjadi secara . Salah satunya adalah kerjasama yang ditawarkan oleh . Kerjasama bisnis ini terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia. KUDO atau Kios Untuk adalah platform untuk berjualan online atau marketplace yang di dalamnya terdapat beragam produk berkualitas dengan harga terjangkau. Menjadi akan memberi kesempatan bagi kita dalam menghasilkan banyak dengan cara yang mudah.

KUDO sekaligus bisa menjadi solusi bagi kita yang hendak namun terkendala dana. Siapapun kita yang hendak mencari tambahan penghasilan bisa memanfaatkan KUDO. Pendiri KUDO yaitu serta telah mengonsep KUDO agar tampil sebagai solusi. Keinginan besar dari pendiri KUDO adalah semua orang bisa menjadi pengusaha. Secara sederhana, KUDO adalah sebuah marketplace. Di dalamnya terdapat banyak penjual yang menawarkan aneka barang dagangan. Namun, tentunya KUDO memiliki aneka kelebihannya tersendiri dibandingkan marketplace lain.

Kelebihan KUDO di antaranya adalah yang dijamin aman serta bebas dari resiko penipuan. Bahkan, sistem KUDO ibarat transaksi online rasa offline. Kelebihan ini tentu belum ditemukan di lainnya di Indonesia. Transaksi tidak hanya dapat dilakukan secara online langsung, namun dapat pula dilakukan secara offline. Customer juga dapat membayar secara cash kepada KUDO. Menjalankan bisa dilakukan dengan cara bergabung menjadi agen. Daftarlah terlebih dahulu sebelum bisa menjual aneka produk yang berasal dari rekanan KUDO.

Ada sangat banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan dengan menjadi agen KUDO. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. KUDO telah bekerjasama dengan banyak perusahaan dalam menyediakan produk-produknya. KUDO telah melakukan seleksi perusahaan sehingga hanya perusahaan terbaik serta memiliki reputasi bagus yang akan diajak sebagai mitra. Dengan begini maka produk yang tersedia juga sudah pasti memiliki kualitas.
  2. Jumlah barang yang ditawarkan sangat banyak sehingga akan mempermudah agen KUDO dalam memilih serta menjualnya.
  3. Skema yang ditawarkan KUDO terbilang besar yaitu hingga 70%. Komisi akan diberikan secara terbuka. Nominalnya turut disertakan di bawah harga produk. Selain itu, tersedia juga aneka bonus lainnya yang bisa didapatkan oleh agen.
  4. Aplikasi KUDO didesain agar aman digunakan oleh agen. Semua transaksi akan terekam dan dapat dilacak. Jangan khawatir nominal komisi agen tidak dibayarkan karena semuanya transparan serta aman.
  5. Pendaftaran menjadi agen KUDO juga tanpa biaya. Sementara untuk mulai berjualan, kita hanya memerlukan saldo awal sebesar Rp10.000,- saja. Bisnis ini terbilang kerjasama usaha dengan dan . Kita bahkan bisa menjalankannya dari rumah saja sehingga lebih fleksibel.

Langkah-langkah dalam bergabung menjadi agen KUDO terbilang sangat mudah. Berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Download terlebih dahulu melalui PlayStore. Dapat juga dengan klik shop.KUDO.co.id.
  2. Lakukan registrasi dengan memasukkan data-data diri.
  3. Isi saldo awal minimal Rp 10.000,- saja. Kita bisa mengisi saldo lebih banyak.
  4. Mulailah berjualan.

Agar bisnis KUDO bisa berjalan dengan maksimal dan menghasilkan keuntungan besar, tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

  1. Tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu terkait teknis seperti cara mentransfer deposit, referral, menjual ke , promosi dan lain sebagainya.
  2. Kelola keuangan sebagai agen KUDO secara baik. Pisahkan uang pribadi dengan uang yang digunakan untuk deposit KUDO. Jika perlu, kembangkan keuntungan yang diperoleh dari KUDO agar dapat didepositkan kembali atau diinvestasikan.
  3. Terus update ilmu terkait pelatihan yang dilakukan KUDO atau dilakukan dalam komunitasnya. Ini penting untuk dilakukan agar kita tidak tertinggal segala info terkait KUDO.

Demikian adalah contoh peluang usaha kerjasama bagi hasil lewat KUDO. Jika kita bisa menjalaninya dengan serius, maka kita akan mendapat keuntungan besar dari bisnis KUDO. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dalam memulai usaha secara online yang fleksibel, mudah serta menguntungkan.