05Jul

Pengertian Komunikasi Bisnis & Pentingnya dalam Mempengaruhi Keberhasilan Usaha

Pengertian & pentingnya dalam mempengaruhi keberhasilan usaha. Ada tiga faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu usaha, yaitu modal, ide, dan kemampuan. Modal memegang peranan penting dalam menentukan suksesnya usaha karena adanya modal yang cukup membuat seluruh kebutuhan usaha terpenuhi. Usaha akan berjalan dengan lancar jika memiliki modal yang cukup. Gagasan ide yang unik dan kreatif menjadi faktor yang menarik minat pada konsumen. Kemampuan yang menentukan keberhasilan suatu usaha terbagi menjadi dua yaitu kemampuan mengelola dan kemampuan berkomunikasi. Seorang pemilik usaha harus memiliki kemampuan dalam mengelola usaha agar usaha bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, seorang pemilik usaha harus menjadi komunikator yang baik yang mana dia mampu menyampaikan informasi terkait usahanya dengan efektif. Informasi yang disampaikan dengan mudah, tidak menimbulkan kesalahpahaman, dan informasi bisa tersampaikan sesuai yang diharapkan oleh komunikator. Oleh karena itu, dalam dunia bisnis dikenal istilah bisnis.

Secara garis besar, komunikasi bisnis didefinisikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan dua atau lebih orang untuk menyampaikan ide, gagasan, atau informasi untuk mencapai tujuan suatu usaha. Secara umum, tujuan komunikasi bisnis adalah untuk membangun serta mengembangkan suatu usaha. Kemampuan pemilik usaha dalam melakukan komunikasi bisnis yang efektif sangatlah penting untuk mencapai tujuan usaha serta menunjang kesuksesan usaha tersebut.

Bentuk Komunikasi Bisnis

Komunikasi yang terjadi di dalam dunia bisnis bisa terjadi dalam dua bentuk, yaitu komunikasi bisnis non-verbal dan komunikasi bisnis verbal. Kedua bentuk komunikasi bisnis tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling mendukung untuk mewujudkan komunikasi bisnis yang efektif dan efisien.

  1. Komunikasi Bisnis Non-VerbalKomunikasi bisnis non-verbal adalah komunikasi dalam bisnis yang mana komunikasi dilakukan secara langsung oleh kedua belah pihak atau lebih. Komunikasi bisnis dalam bentuk non-verbal bisa dilakukan dengan cara bertatap muka.
  2. Komunikasi Bisnis Verbal
    Komunikasi bisnis verbal adalah komunikasi dalam bisnis yang tidak dilakukan secara langsung. Dalam hal ini, pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis verbal menggunakan media atau perantara seperti surat, telepon, dan media yang lainnya.

Definisi Komunikasi Bisnis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa komunikasi bisnis adalah komunikasi dalam dunia bisnis antara pihak-pihak terkait untuk menyampaikan informasi seputar usaha atau bisnis. Akan tetapi ada beberapa ahli yang memberikan definisi tentang komunikasi bisnis, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  1. Katz
    Katz berpendapat bahwa komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi, konsep, ide, atau pesan yang memiliki kaitan dengan suatu tindakan yang memiliki tujuan komersial.
  2. Rosesnbalt
    Ahli Rosenbalt pada tahun 1982 memberikan pengertian mengenai komunikasi bisnis sebagai proses pertukaran gagasan, informasi, pesan, ide, dan hal-hal lain yang sejenis. Komunikasi bisnis ini bisa dilakukan secara umum atau pribadi dengan langsung atau melalui media perantara asalkan tujuan dari sebuah usaha bisa tercapai melalui komunikasi bisnis ini.
  3. Persing
    Ahli dalam bidang ekonomi dan bisnis bernama Persing memberikan pandangan mengenai komunikasi bisnis sebagai proses penyampaian pesan terkait bisnis untuk mencapai tujuan yaitu memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Komunikasi bisnis menurut Persing bisa terjadi secara langsung atau dibantu media perantara seperti simbol.

Pengertian Komunikasi Bisnis & Pentingnya dalam Mempengaruhi Keberhasilan Usaha

Fungsi Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis memiliki empat fungsi yang memiliki peran penting dalam kelancaran perusahaan. Di bawah ini ada empat fungsi penting dari komunikasi bisnis.

  1. Fungsi Integratif
    Fungsi komunikasi bisnis yang pertama adalah fungsi integratif. Dalam hal ini, komunikasi bisnis dituntut untuk menciptakan atmosfer kerja yang kondusif. Sehingga segala bentuk aktivitas yang terjadi di perusahaan bisa berjalan secara efektif dan efisien. Perusahaan bisa beroperasi secara terpadu tanpa ada bagian yang tertinggal. Fungsi koordinasi termasuk ke dalam bagian dari fungsi integratif. Fungsi koordinasi meliputi penetapan jadwal kegiatan perusahaan, penetapan otoritas dan saluran informasi, serta pelatihan para pekerja di perusahaan.
  2. Fungsi Persuasif
    Komunikasi bisnis memiliki fungsi persuasif. Fungsi persuasif dari komunikasi bisnis memiliki tujuan untuk mempengaruhi dan mengubah pola pikir, kepercayaan, dan sikap seseorang agar bisa bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Salah satu bentuk dari fungsi persuasif dalam komunikasi bisnis terlihat dalam aktivitas negosiasi. Dalam hal ini, pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi harus memikirkan win win solution atau keadaan yang mana pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis harus mendapatkan keuntungan yang sama.
  3. Fungsi Informatif
    Komunikasi bisnis memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi terkait dengan bisnis kepada pihak eksternal perusahaan. Oleh karena itu, komunikasi bisnis memiliki fungsi informatif. Fungsi informatif dari komunikasi bisnis diperlukan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan, aktivitas pimpinan perusahaan, dan karyawan perusahaan. Fungsi informatif dari komunikasi bisnis bersifat global. Komunikasi bisnis bisa dilakukan oleh siapa saja yang terlibat dalam perusahaan dan meliputi informasi produksi, pemasaran, penjualan, keuangan, dan informasi lain yang dibutuhkan oleh perusahaan.
  4. Fungsi Regulatori
    Komunikasi bisnis memiliki fungsi regulatori. Fungsi komunikasi bisnis yang ini berkaitan dengan pengendali dan pengaturan perusahaan. Sehingga perusahaan bisa melakukan aktivitas produksi, promosi, dan lainnya berjalan dengan lancar. Fungsi regulator bisa terlihat dalam bentuk laporan dari karyawan ke pihak pimpinan perusahaan dan pemberian perintah dari pimpinan perusahaan ke karyawan perusahaan.

Tujuan Komunikasi Bisnis

Semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia memiliki tujuan yang jelas, termasuk komunikasi bisnis. Komunikasi bisnis memiliki tujuan yang terkait dengan pihak eksternal perusahaan. Oleh karena itu, ada tiga tujuan umum yang bisa dicapai melalui komunikasi bisnis.

  1. Meningkatkan Kepemimpinan Perusahaan
    Komunikasi bisnis bisa dikatakan sebagai komunikasi yang “spesial”. Komunikasi dalam dunia bisnis bisa berjalan dengan lancar karena adanya persiapan yang matang. Persiapan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh mengingat komunikasi bisnis memiliki kaitan erat dengan keberhasilan visi dan misi perusahaan. Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan komunikasi bisnis meliputi menyusun topik yang akan dibahas, memutuskan batasan topik tersebut, memiliki metode penyampaian atau penyajian topik, serta mengomunikasikannya dengan gaya yang baik. Semakin baik proses komunikasi bisnis yang dilakukan, maka semakin meningkat pula integritas perusahaan tersebut. Pemimpin perusahaan atau pemilik usaha memiliki kesan yang baik di mata pihak eksternal karena mampu memimpin perusahaan dengan melakukan komunikasi bisnis yang efektif.
  2. Meningkatkan Hubungan Bisnis yang Baik dengan Pihak Eksternal
    Sebuah usaha tidak akan berjalan lancar tanpa adanya campur tangan dari pihak eksternal. Oleh karena itu, kebutuhan akan komunikasi bisnis sangatlah penting. Dengan adanya komunikasi bisnis proses pengenalan usaha dan promosi produk bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, proses komunikasi bisnis menjadi cara untuk mempererat hubungan antara pihak internal perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan seperti investor, pemegang saham, konsumen, dan pihak-pihak eksternal yang memiliki peran penting dalam berjalannya suatu usaha.
  3. Meningkatkan Nama Baik Usaha
    Tujuan komunikasi bisnis yang lain adalah meningkatkan nama baik dari perusahaan. Komunikasi bisnis yang berjalan secara lancar antara pihak internal perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan memiliki efek yang besar bagi perusahaan. Dampak yang paling mudah terlihat dari komunikasi bisnis yang efektif adalah nama baik perusahaan. Nama baik perusahaan akan meningkat dan memiliki kesan yang baik jika komunikasi bisnis berjalan dengan lancar.

Proses Komunikasi Bisnis

Fungsi komunikasi bisnis dan tujuan komunikasi bisnis yang sudah dijelaskan di atas tidak akan terwujud tanpa adanya proses komunikasi bisnis yang terintegrasi. Proses komunikasi bisnis yang terintegrasi terjadi melalui tujuh tahapan seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  1. Pengiriman Informasi
    Proses pertama dari komunikasi bisnis adalah pengiriman informasi bisnis. Dalam proses ini, pesan atau informasi disampaikan oleh pihak-pihak di dalam perusahaan yang memiliki informasi, ide, atau gagasan yang perlu disampaikan kepada pihak eksternal perusahaan. Dalam mengirimkan informasi tersebut, pihak internal perusahaan berharap agar informasi tersebut bisa dipahami oleh penerima informasi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman akibat interpretasi informasi yang salah.
  2. Isyarat
    Selanjutnya, proses komunikasi bisnis berlanjut dengan isyarat. Dalam proses ini, pihak internal perusahaan yang memiliki informasi akan mengekspresikannya melalui isyarat atau simbol. Isyarat ini bisa berupa tulisan, bahasa lisan, bahasa isyarat, kode, dan isyarat lainnya. Semua isyarat bisa digunakan dalam proses kedua ini asalkan isyarat tersebut bisa membujuk, mengajak, mempengaruhi, atau mengubah perilaku dari pihak eksternal perusahaan sesuai dengan fungsi persuasif dari komunikasi bisnis.
  3. Media Perantara
    Proses komunikasi bisnis berlanjut dengan adanya media perantara yang berupa sarana untuk menyampaikan informasi bisnis agar informasi tersebut bisa tersampaikan dengan baik kepada yang berhak menerimanya. Media perantara sangatlah beragam, bisa berupa media cetak seperti surat kabar atau papan pengumuman, media elektronik berupa televisi, radio, website, telepon, dan media perantara yang lainnya.Ada baiknya dalam memiliki media untuk komunikasi bisnis harus mempertimbangkan isi pesan, urgensi pesan, jumlah penerima pesan, situasi, dan hal-hal lain yang terkait. Tujuan dari memperhatikan hal-hal tersebut adalah untuk memperhitungkan secara matang efektivitas komunikasi bisnis.
  4. Menginterpretasikan Isyarat
    Tahapan berikutnya dari komunikasi bisnis adalah proses interpretasi dari kode atau isyarat yang disampaikan dalam komunikasi bisnis. Dalam proses ini, pihak penerima pesan atau pihak eksternal perusahaan menggunakan panca indra seperti telinga, mata, dan lainnya, untuk mengartikan kode atau isyarat yang diterima. Tujuan dari proses interpretasi isyarat ini adalah untuk memudahkan penerima pesan memahami isi pesan secara keseluruhan, tidak ada informasi yang tertinggal atau terlewat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  5. Penerimaan Pesan
    Proses komunikasi bisnis berlanjut dengan proses penerimaan pesan. Proses ini terjadi setelah pesan yang dikirim oleh pihak internal perusahaan diterima dengan baik oleh pihak penerima pesan. Nantinya pihak penerima pesan akan melakukan tindakan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh pihak internal perusahaan atau pihak penerima pesan hanya mengadopsi pesan tersebut tanpa mengurangi arti dan tidak menyimpang dari tujuan pesan tersebut.
  6. Pemberian Umpan Balik
    Proses komunikasi bisnis yang keenam adalah pemberian umpan balik atau disebut dengan feedback. Dalam proses komunikasi bisnis ini, pihak penerima pesan akan memberikan tanggapan, respons, atau balasan terkait dengan pesan yang sudah diterima tersebut. Pemberian umpan balik sangatlah penting bagi pihak pengirim pesan. Adanya umpan balik membuat pihak pengirim pesan mengetahui bagaimana pesan yang dikirim ditanggapi oleh pihak penerima pesan. Umpan balik yang diberikan ke pihak penerima pesan bisa berupa kesan, saran, dan kritik yang membangun.
  7. Gangguan
    Sebenarnya gangguan tidak termasuk ke dalam proses komunikasi bisnis. Akan tetapi gangguan pasti ada dalam proses komunikasi bisnis. Gangguan akan memberikan pengaruh yang negatif dalam proses komunikasi bisnis seperti efektivitas komunikasi bisnis yang menurun. Gangguan tidak hanya menghambat proses komunikasi bisnis tetapi memutuskan proses komunikasi bisnis di tengah jalan. Oleh karena itu, bagaimana pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis menangani risiko gangguan selama proses komunikasi bisnis berlangsung sangatlah penting.

Cara Melakukan Komunikasi Bisnis yang Efektif

Agar informasi bisnis bisa tersampaikan dengan baik, tanpa menimbulkan kesalahpahaman, dan perselisihan antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis, ada beberapa cara yang perlu dilakukan. Untuk melakukan komunikasi bisnis yang efektif bisa dilakukan dengan mempraktekkan cara-cara di bawah ini.

  1. Memahami Orang Lain
    Komunikasi bisnis tidak hanya melibatkan satu orang saja. Setidaknya dalam komunikasi bisnis ada dua orang yang terlibat. Tentu saja orang-orang tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pola pikir dan cara menyampaikan informasi bisnis berbeda pula.Dalam hal ini, para pengirim pesan dalam komunikasi bisnis harus memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Mereka harus bisa menyampaikan pesan atau informasi secara efektif agar mudah dipahami oleh pihak penerima pesan yang memiliki karakteristik yang berbeda.Perlu diketahui bahwa orang yang paling mudah dipahami adalah orang-orang yang cenderung mengatakan segala sesuatu secara langsung atau istilahnya “blak-blakan”. Mereka menyampaikan gagasan mereka secara lugas, tanpa ada yang disembunyikan. Sehingga kedua belah pihak bisa memahami keduanya dengan baik.Di sisi lain, ada tipe orang yang bertele-tele dalam menyampaikan informasi bisnis. Tipe orang ini adalah orang yang sulit dipahami. Mereka membuat pihak lain kebingungan karena tidak menyampaikan pesan secara utuh dan cenderung suka menyembunyikan isi pesan.

    Untuk memahami orang-orang dengan karakter yang berbeda tersebut maka bisa dilakukan dengan cara memperhatikan perkataan orang lain. Kita harus mendengarkan dengan seksama agar informasi bisa ditangkap secara keseluruhan.

    Ada pula cara lain yang bisa dilakukan untuk memahami orang lain adalah dengan memperhatikan gerak-gerik tubuh dari lawan bicara. Kita bisa memperhatikan reaksi dari lawan bicara ketika kita mengeluarkan pernyataan dan pertanyaan serta bagaimana gerak-gerik tubuhnya ketika berbicara.

    Contoh dari gerak-gerik tubuh yang mudah terlihat dalam komunikasi bisnis adalah tatapan mata. Orang yang menyimpan kebohongan cenderung menolak kontak mata dan sering menyentuh bagian wajahnya selama proses komunikasi. Sedangkan, orang yang merasa gugup terlihat dari cara duduknya yang gelisah dan tidak nyaman, tangan yang berkeringat, kaki yang terus digoyangkan, dan kuku yang digigit.

  2. Bicara Sesuai Fakta
    Komunikasi bisnis akan berjalan secara efektif jika kita berbicara sesuai dengan fakta yang ada. Topik yang dibahas dalam pembicaraan harus jelas dan tidak merambat ke topik-topik lain yang tidak berkaitan dengan bisnis. Jika kita berbicara mengenai kebohongan atau topik-topik di luar bisnis maka kredibilitas dari informasi yang disampaikan akan berkurang. Informasi yang berisi kebohongan bisa memberikan dampak negatif ke perusahaan.
  3. Jalinlah Perasaan dengan Lawan Bicara
    Komunikasi bisnis bisa terjadi secara efektif jika ada rasa nyaman antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. Rasa nyaman membuat pihak-pihak yang terlibat menjadi lebih terbuka dalam menyampaikan informasi bisnis. Mereka tidak segan-segan mengutarakan kritik jika ada hal-hal yang tidak sesuai.Untuk memberikan rasa nyaman pada pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis bisa dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap awal, tahap utama, dan tahap akhir. Tahap awal dilakukan ketika kita baru memulai proses komunikasi bisnis. Pada tahap ini kita harus memberikan kesan yang baik serta tidak ada kesan yang merendahkan atau mengintimidasi lawan bicara.Kita bisa memberikan kesan yang baik melalui senyum dan sapaan yang ramah, jabat tangan yang kokoh, dan cara perkenalan yang tidak terlalu singkat. Cara memperkenalkan diri yang sopan meliputi penyebutan nama panjang dengan ulasan latar belakang yang singkat.Selanjutnya, tahap utama mulai terjadi ketika pembicaraan mulai terjadi. Dalam tahap ini, kita harus memosisikan diri kita sebagai pendengar yang baik. Dengarkan perkataan lawan bicara dengan sungguh-sungguh. Kita bisa menunjukkan kesungguhan melalui gestur tubuh seperti menganggukkan kepala dan menatapnya selama berbicara. Jangan membuat gestur tubuh seperti menyilangkan tangan di depan dada atau tidak menatap lawan bicara yang menimbulkan kesan meremehkan.

    Tahap terakhir terjadi ketika pembicaraan telah berakhir. Pastikan untuk mengakhiri pembicaraan dengan meninggalkan kesan yang sopan. Kita bisa berjabat tangan dan mengucapkan kesan yang bak kepada lawan bicara. Dengan menjalankan tiga tahapan tersebut maka pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi bisnis menjadi lebih nyaman.

  4. Persiapkan Diri
    Sebelum melakukan komunikasi bisnis maka lakukanlah persiapan yang matang. Persiapan yang matang memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan hasil komunikasi bisnis yang maksimal. Persiapan pertama yang perlu dilakukan sebelum komunikasi bisnis adalah mempersiapkan mental. Jika kita tidak melakukan persiapan maka kita akan merasa gugup ketika berbicara.Untuk menyiasati kegugupan kita bisa memperhatikan keadaan sekitar. Kita bisa memfokuskan perhatian pada orang-orang yang komunikatif yang gaya bicaranya lancar dan luwes.
  5. Siapkan Referensi yang Valid
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa komunikasi bisnis harus menyampaikan fakta, bukan opini. Jika kita melakukan presentasi maka sampaikan poin-poin tersebut disertai dengan bukti berupa teori yang berasal sumber referensi yang valid. Referensi yang valid membuat poin-poin yang disampaikan memiliki bukti yang kuat dan bisa dibuktikan kebenarannya.

Contoh Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah hal yang esensial dalam dunia bisnis. Komunikasi bisnis bisa ditemukan dengan mudah pada semua kegiatan bisnis, tak terkecuali bisnis online. Contoh komunikasi bisnis bisa dilihat dari bisnis KUDO.

KUDO merupakan singkatan dari Kios Untuk Dagang Online. KUDO bisa diakses melalui yang diunduh melalui Google Playstore atau diakses melalui situs resmi KUDO di www.KUDO.co.id. KUDO didirikan olah Albert Lucius dan Agung Nugroho yang memiliki tujuan yang besar yaitu memberikan penghasilan yang besar kepada seluruh masyarakat Indonesia yang bermitra dengan KUDO.

Awalnya KUDO adalah sebuah situs yang menyediakan lapak untuk berjualan secara online kepada para pengusaha digital di Indonesia. KUDO membantu para pengusaha digital mempromosikan produk-produknya. Akan tetapi KUDO memiliki keunggulan dibandingkan platform berjualan online yang lain, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  1. Produk yang Berkualitas
    Produk-produk yang dijual di KUDO adalah produk-produk yang berkualitas. Hal ini dikarenakan KUDO menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang memiliki reputasi baik. Produk-produk yang dijual di KUDO memiliki jumlah hingga jutaan item. Kualitas dari produk yang dijual di KUDO membuat bisa menjualnya dengan mudah.
  2. Komisi yang Besar
    Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa tujuan KUDO adalah untuk memberikan penghasilan tambahan yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang bermitra dengan KUDO. Oleh karena itu, KUDO memberikan komisi yang besar kepada para agen yang menjual produk-produk di KUDO. Besarnya komisi yang diberikan kepada agen KUDO bergantung kepada besarnya penjualan hingga 70%.
  3. Keamanan yang Terjamin
    Aplikasi dan website resmi KUDO memiliki desain yang aman untuk bertransaksi seluruh agen KUDO. Seluruh transaksi yang dilakukan di aplikasi dan website resmi KUDO akan direkam oleh sistem sehingga transaksi tersebut bisa dilacak sewaktu-waktu. Sehingga, melakukan transaksi di KUDO akan terhindar dari pencurian karena pembukuan transaksi yang benar.
  4. Pendaftaran Agen KUDO yang Mudah
    Agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari KUDO maka daftarlah menjadi agen KUDO. Agen KUDO memiliki tugas utama menerima pembayaran setiap pembelian produk yang dibeli di KUDO. Selain itu, ada pula tugas lain yang bisa dilakukan oleh agen KUDO seperti menjual pulsa elektrik, token listrik, tiket kereta api, sampai tiket pesawat terbang. Tidak hanya pembayaran produk di KUDO saja, agen KUDO melayani pembayaran tagihan-tagihan lain seperti tagihan listrik, air, internet, telepon, cicilan motor, sampai cicilan KPR. Tentu saja semua pembayaran dan pembelian yang dilakukan di KUDO akan memberikan komisi yang besar kepada agen KUDO.Untuk menjadi agen KUDO bisa dilakukan dengan melakukan investasi modal awal terlebih dulu. Tidak ada batasan untuk melakukan investasi di KUDO. Agen KUDO bisa mulai bekerja begitu melakukan investasi modal awal Rp 10.000,- saja. Selain itu, dengan niat dan tekad yang kuat maka bekerja sebagai agen KUDO memberikan peluang untuk meraup keuntungan hingga puluhan juta Rupiah.Siapa saja bisa menjadi agen KUDO. Tidak ada batasan pendidikan atau nilai IQ atau latar belakang untuk menjadi agen di KUDO. Langkah awal untuk menjadi agen KUDO adalah dengan membuka aplikasi KUDO yang sudah diunduh atau melalui website resmi KUDO di www.KUDO.co.id. Setelah itu, lakukan pemesanan barang yang diinginkan di KUDO dan lakukan pembayaran. Begitu pembayaran dilakukan dan barang sudah dikirim maka agen KUDO akan menerima komisi sesuai dengan besarnya penjualan yang sudah dilakukan.Untuk menjadi agen KUDO yang sukses maka para agen KUDO harus menjalankan bisnis KUDO dengan sungguh-sungguh. Jangan malas untuk mempromosikan bisnis KUDO yang tengah dijalankan. Para agen KUDO bisa mempromosikan bisnis KUDO berdasarkan etika komunikasi bisnis yang sudah dijelaskan di atas. Bisnis KUDO bisa dipromosikan melalui media sosial yang bisa dilihat oleh orang-orang di seluruh dunia.

    Selain itu, agen KUDO harus memahami dan menguasai tata cara penjualan di KUDO serta hal-hal yang bersifat teknis seperti mekanisme mendapatkan bonus dan komisi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak KUDO.

    Agen KUDO yang sukses dan memiliki penghasilan hingga jutaan Rupiah adalah agen KUDO yang memiliki kemampuan pengelolaan uang yang baik dan benar. Mereka bisa memisahkan uang pribadi dengan uang yang diterima melalui pembayaran di agen KUDO. Langkah terakhir adalah terus memperdalam ilmu mengenai bisnis KUDO dengan bergabung dengan komunitas bisnis KUDO dan mengikuti pelatihan agen KUDO.