28Jul

Menjadi Entrepreneur Yang Idealis? Coba Pikirkan Lagi

Sobat setuju gak, kalau setiap manusia haruslah memiliki jiwa idealisme yang kuat? Mungkin sebagian diantara kalian ada yang setuju dan juga tidak sedikit yang menyangkal. Khususnya dalam hal berbisnis, setiap yang berpergang teguh dengan prinsip idealisme, tentunya akan selalu mempertahankan pemikiran dan konsistensinya untuk terus berusaha membangun usahanya.

 

Jangan bingung dulu , untuk menjadi digipreneur yang , Kamu gak perlu untuk menjadi idealis kok. Berlawanan dengan itu, Kamu akan sangat terbantu jika memiliki tipe kepribadian yang fleksibel dan open-minded.

para pelaku digipreneur mengatakan “pelaku bisnis harusnya tidak terlalu bersikeras terhadap ide yang akan mereka eksekusi”. Kenapa begitu? menjadi fleksibel itu penting dalam membangun bisnis startup. Karena tidak hanya mendatangkan revenue, dengan menjadi fleksibel, pelaku startup juga bisa menarik minat investor.

Bisnis adalah tentang , dan seorang digipreneur harus mampu menjadikan dirinya fleksibel agar produk yang dibuatnya bisa mendatangkan rupiah. Maka dari itu, jika ingin menjadi pengusaha yang sukses, Sobat Kudo haruslah bersifat fleksibel, sehingga kita akan lebih pandai melihat celah dan tidak memaksakan ide yang akan dieksekusi kedalam suatu .

Investor nggak memberikan uangnya dengan cuma-cuma, tentu mereka ingin uangnya kembali dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu, mereka pun kerap memberi arahan agar produk Kamu bisa mendatangkan uang. Hayoo Sobat Kudo pasti beranggapan Terus gimana mau dapat investor kalau kita masih keras kepala dan tidak mendengarkan masukan dari mereka?

Hanya saja, pada kenyataannya tidak semua digipreneur mau melakukan hal tersebut. Ada beberapa orang yang kekeuh dengan idenya yang dianggap orisinil. Misalnya tidak ingin dibuat berbayar atau tidak mau ada ads karena ditakutkan akan membuat lari pengunjung. Ada pula yang berikeras dengan idenya, meski market size-nya kecil.

Sangat buruk jika memang ada yang seperti itu, karena seharusnya seorang founder bisa menjadi fleksibel demi mendatangkan uang yang akan berguna dalam mengembangkan bisnisnya.

Sebuah inovasi dalam itu penting, bukan suatu masalah juga jika Kamu mengambil ide yang sudah pernah dibuat untuk jadi bahan bisnis yang baru, asalkan tidak mengkopi sepenuhnya. Kita bisa menambahan beberapa yang belum ada atau mengusung segmen pasar yang agak berbeda untuk sedikit meroketkan bisnis tersebut.

Akan lebih mudah untuk menyajikan apa yang sudah disukai publik ketimbang harus membuat sesuatu yang baru, dan membuat publik menyukainya. begitulah asyiknya jika kita menjadi orang yang open-minded. Selain mendapat respect dari semua orang, kita akan lebih mudah untuk membangun bisnis yang inovatif. Salam Kudopreneur!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *