Cara Kerjasama PPOB dengan Bank dalam Pelayanan
06Sep

Peluang Usaha Sembako dengan Modal Kecil di Rumah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan hingga kini masih menjadi minat banyak orang. Namun, tidak jarang juga orang yang lebih memilih menjadi dibandingkan menjadi seorang pegawai. Bahkan, kerap kali orang yang telah bekerja sebagai pegawai memilih resign dari perusahaannya dan memilih untuk menjadi wirausaha. Alasannya beragam, mulai dari jenuh, penat di kantor, tekanan kerja yang begitu tinggi, hingga melihat peluang yang lebih dari menjadi wirausaha. Karenanya, tidak jarang setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya, banyak orang mengambil di rumahnya.

Memiliki usaha memang butuh , entah kecil maupun besar. Sebetulnya, kunci kesuksesan membuka usaha bukan perkara modal, melainkan konsistensi, kegigihan, serta ketekunan Anda dalam menjalankan bisnis ini. Tidak perlu memkasakan diri untuk langsung membuka warung besar, seperti bisnis sembako grosir, buka saja dulu warung sembako kecil-kecilan di rumah. Warung sembako memiliki pasar yang cukup menguntungkan, karenanya Anda tidak perlu terlalu khawatir akan bangkrut. Apalagi jika Anda serius mempromosikannya atau berinovasi, misalnya dengan menjadi yang memungkinkan para pelanggan warung Anda memesan barang di KUDO melalui Anda sebagai agen.

Anda tidak perlu khawatir mengenai modal, sebetulnya kecil-kecilan di rumah Anda tidak butuh modal besar hingga puluhan juta, Anda bisa memulainya dari modal yang kecil. Jika Anda ingin sembako, namun terkendala terbetasnya modal awal, berikut kami berikan tips cara memulai sembako dengan modal kecil:

  • Siapkan peralatan usaha sederhana.
    Sebagai pengusaha pemula, Anda harus menyiapkan atau paling tidak modal etalase untuk menaruh barang, timbangan kecil, kalkulator, plastik, ATK, dan sebagainya. Untuk beberapa barang, seperti etalase misalnya, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli yang baru, sebab kini sudah banyak yang menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai. Jika tidak ada di toko offline, Anda bisa mencarinya di yang menjual etalase bekas dan semacamnya.
  • Menganalisa pasar, sekaligus cek harga
    Buatlah ibservasi kecil-kecilan pada lingkungan tempat tinggal Anda, kemudian analisa apa dan bagaimana seharusnya toko sembako Anda nanti. Jangan lupa survey juga apakah sudah ada toko smebako disekitar. Survey harga di toko-toko lain pun penting Anda lakukan, guna memudahkan Anda menetapkan harga pada produk Anda nantinya
  • Mencari supplier sembako
    Carilah grosiran yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Anda dan harganya murah. Jika sudah kenal, bahkan Anda bisa sesekali minta kortingan harga.
  • Menganalisa hasil penjualan
    Karena keterbatasan modal, buatlah perhitungan setiap kali Anda menjual barang. Perhitungan ini berupa analisa kecil-kecilan yang nanti hasilnya dijadikan acuan. Mana barang sembako yang laku perputarannya cepat, itulah yang stoknya ditambah dan mana barang sembako yang perputarannya lambat, jangan dulu ditambahkan stoknya.
  • Penataan warung
    Walaupun barang yang dijual belum selengkap toko grosir atau warng rumahan lainnya, guna menarik peminat pelanggan ke warung sembako Anda, Anda harus menata dengan rapi produk dagangan Anda. Agar tampilan warng Anda terlihat bagus dan banyak, siasati dengan penataan produknya.

Selain kelima hal di atas, agaknya Anda perlu mengetahui cara biar laris, salah satunya dengan menjadi agen KUDO. Melalui KUDO, Anda bisa mempresentasikan barang-barang yang dijual dijual diwebsitenya. Nah, dalam setiap pembelian Anda akan dapat komisi.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *