30Aug

21 Strategi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Kecil Menjadi Besar 2017

Strategi perencanaan dan pengembangan menjadi besar 2017. Memiliki bisnis kecil bukan berarti tidak bisa dikembangkan menjadi bisnis besar. Justru bisnis besar akan berawal dari bisnis kecil yang terus dijalankan dengan sungguh-sungguh serta strategi pengembangan bisnis yang bagus. Rencana bisnis dapat diibaratkan seperti sebuah peta yang akan menuntun pebisnis pada jalan kesuksesan. Pebisnis memang sudah seharusnya tahan banting dalam membangun bisnisnya. Tidak peduli apakah dia adalah pebisnis pemula ataupun sudah senior, mental tahan banting ini harus tetap dimiliki. Yang tidak kalah penting adalah semangat kuat serta positif agar dapat selalu menghadapi aneka tantangan dalam berbisnis. Agar bisnis dapat dibangun secara sukses, maka dibutuhkan aneka rencana serta strategi jitu dalam prosesnya.

Rencana bisnis sendiri dapat diibaratkan sebagai konsep pengembangan yang tertulis secara secara rinci berisi perencanaan keuangan, pengelolaan, pengembangan, target pemasaran hingga target pencapaian. Rencana bisnis ini yang akan menguraikan arah, tujuan serta strategi dari perusahaan baik untuk jangka pendek maupun panjang. Agar bisnis yang dibangun bisa berkembang secara pesat, bisnis haruslah memiliki pondasi kuat. Terdapat setidaknya lima komponen yang harus diperhatikan dalam penyusunan rencana serta strategi bisnis. Berikut adalah kelima komponen tersebut.

Strategi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Kecil Menjadi Besar 2017

  1. Deskripsi Usaha Yang Jelas
    Mulailah pengembangan bisnis dengan memiliki deskripsi usaha secara jelas. Deskripsi usaha ini akan berisi gambaran terkait penjelasan bentuk usaha, produk ataupun jasa yang ditawarkan, untung rugi dari produk atau jasa tersebut, harga, target bisnis sampai dengan sistem kerja yang berlaku. Adanya deskripsi usaha yang jelas akan membuat calon pembeli atau klien lebih memahami usaha yang kita jalankan. Deskripsi ini juga akan memungkinkan kita dalam menjangkau lebih banyak konsumen atau klien. Susunlah visi dan misi dari perusahaan kita. Termasuk di dalamnya adalah tujuan yang akan dicapai serta strategi dalam mencapainya. Deskripsikan posisi perusahaan pada saat ini serta saat yang akan datang. Tentukan juga target pasar, lokasi usaha, keunggulan bersaing, bentuk usaha, manajemen inti, konsep manajemen dan lain-lain.
  2. Pentingnya Analisa Pasar
    Analisa pasar terutama diperlukan untuk mengetahui pesaing kita di bidang usaha yang sama. Cara ini sangat cocok dalam menciptakan strategi bisnis. Pengamatan serta analisa sederhana sudah cukup dalam mengetahui faktor apa saja yang menjadi kelebihan serta kekurangan dari pesaing bisnis kita. Kita juga bisa mempelajari pengalaman sukses orang lain agar kita dapat merumuskan sendiri strategi sukses yang sesuai. Kita dapat membuat catatan analisa kompetitor usaha. Amati dan tulis apa saja kelebihan serta kekurangan dalam bisnis mereka. Lakukan analisa terkait apa saja yang bisa kita pelajari atau terapkan pada bisnis sendiri.
  3. Strategi Yang Tepat Sasaran
    Strategi pengembangan bisnis terkait pemasaran haruslah mencerminkan besarnya potensi bisnis dan kesuksesan yang dapat diraih. Strategi harus direncanakan secara lengkap. Termasuk dalam perencanaan strategi adalah cara promosi produk, lokasi usaha, biaya yang dikeluarkan, waktu, target pasar dan media promosi yang akan digunakan. Kita bisa menerapkan perspektif 4P yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat) dan Promotion (Promosi). Perspektif ini akan membantu dalam tercapainya strategi pemasaran yang sukses. Rencana pemasaran ini juga akan meliputi penjelasan terkait pangsa pasar yang dipilih, cara promosi yang sesuai target pasar, rencana anggaran penjualan, distribusi serta biaya-biaya lain yang terkait.
  4. Buatlah Laporan Keuangan
    Memiliki laporan keuangan terbilang penting dalam pengembangan bisnis. Ini karena keuangan adalah hal penting dan seharusnya tidak disepelekan. Kita dapat mempelajari cara sederhana dalam melakukan pembukuan keuangan di usaha yang dijalankan secara rapi. Usahakan juga untuk memisahkan antara modal usaha serta pribadi. Transparansi dalam pengelolaan keuangan akan menjadi salah satu modal bisnis dan membawa kesuksesan pada usaha yang dijalankan. Pengelolaan keuangan termasuk salah satu unsur penting dalam pembuatan rencana bisnis. Cara mengelola anggaran supaya tetap efisien serta berjalan lancar sangat penting untuk dimiliki. Pelajari juga bagaimana caranya membuat rencana anggaran belanja serta bagaimana agar biaya-biaya lain yang kurang penting dapat diminimalisir. Adanya laporan keuangan yang teratur akan menjadi modal saat kita membutuhkan modal tambahan yang berasal dari lembaga keuangan. Laporan keuangan sebaiknya berisi arus kas keuangan pada tahun ini, kebutuhan modal, ekspektasi laba, biaya operasional hingga dana cadangan yang tersedia.
  5. Jaga Kualitas Produk atau Jasa
    Dalam menjalankan bisnis apapun, pastikan kita selalu menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Bahkan, kualitas dari produk atau jasa ini harus menjadi perhatian utama para pebisnis. Kualitas yang bagus akan menarik banyak pembeli dan tentu saja akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Pengembangan bisnis tidak akan berjalan dengan baik apabila kualitas produk atau jasa tidak dijaga dengan baik. Sebagai contoh adalah apabila kita memiliki usaha rumah makan dan banyak orang yang menyukai masakan kita sehingga sering mampir. Dari segi pebisnis, kita harus berpikir agar tetap mendapat keuntungan walaupun harga bahan-bahan kebutuhan pokok sekarang semakin melonjak naik. Kita bisa menerapkan kebijakan penambahan harga secara bertahap. Akan tetapi, kenaikan harga ini harus tetap dibarengi kualitas rasa serta pelayanan nomor satu. Pelanggan akan tetap berdatangan dan puas dengan kualitas produk maupun pelayanan yang diberikan. Tips lain dalam contoh rencana pengembangan usaha ini ialah dengan melakukan analisa resiko yang mungkin akan dihadapi di masa depan. Siapkan juga cara-cara antisipasi yang harus dilakukan untuk menghadapi aneka resiko tersebut.

Pebisnis yang telah menginvestasikan waktu serta tenaganya dalam penyusunan rencana bisnis secara cerdas akan dapat lebih siap dalam menghadapi resiko dalam persaingan bisnis. Rencana bisnis memang tidak akan menjamin seratus persen kesuksesan pebisnis, namun cara ini akan menciptakan peluang untuk sukses menjadi semakin besar. Jabatan bisnis development adalah penting pada tiap usaha yang dijalankan sehingga memilih karyawan di bagian ini juga terbilang krusial. Cakupan pekerjaannya akan meliputi membaca tren pasar, menganalisa situasi serta mengambil keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan banyak keuntungan.

Posisi Business Development yang bertanggung jawab terhadap strategi pengembangan bisnis perusahaan ini umumnya akan ditemukan di perusahaan-perusahaan besar saja. Untuk perusahaan skala kecil hingga menengah biasanya akan disisipkan peran ini pada posisi manajerial yang lain. Hal ini kadang akan menyulitkan pebisnis dalam menentukan siapa yang paling tepat untuk mengemban tugas dalam pengembangan usaha. Termasuk di antaranya adalah apa saja yang harus dikerjakan serta monitoring yang dilakukan perusahaan atas efektivitas pekerjaannya. Bagi pemilik usaha start up baik online maupun offline yang tengah mencari posisi untuk Business Development ini, berikut adalah kunci sukses dalam pengembangan bisnis serta cara-cara dalam menghindari kejadian-kejadian tak diinginkan terkait Business Development.

  1. Pekerjakan Orang yang Tepat di Saat yang Tepat
    Istilah “the right man in the right place” sangat tepat untuk menyebut karyawan yang nantinya akan berada di posisi ini. Pengembang usaha harus memiliki pengetahuan yang mendalam seputar bidang usaha yang dijalankan serta jaringan kemitraan luas. Terdapat tiga tahapan komersialisasi yang akan menentukan cocok atau tidaknya seseorang menempati posisi Business Development.

    • Yang pertama adalah scouting, sekaligus menjadi fase awal dari sebuah perusahaan. Pada tahap ini, fungsi utamanya adalah membidik target market secara tepat serta mencari jalur yang dapat ditempuh. Melakukan identifikasi pada hal-hal seperti ini akan menjadi nilai jual dari perusahaan, serta menyediakan umpan balik yang berupa tren pasar paling aktual untuk tim intern. Kemampuan kunci yang harus dimiliki di antaranya adalah bekerjasama dalam tim pengembangan produk serta teknisi.
    • Kedua ada testing. Di tahap ini, pengembangan bisnis diharapkan telah mampu dalam menelurkan aneka kesepakatan dalam menguji prediksi pasar yang sudah dibuat. Selain itu, dapat pula menyediakan masukan terukur sebelum memulai menghitung besarnya target pasar dengan pasti. Dibutuhkan kemampuan analisa yang baik terutama dalam merancang kerangka berpikir yang nantinya akan memudahkan proses penentuan kriteria pengukuran. Dibutuhkan juga kemampuan dalam mempelajari data guna membantu menetapkan apakah perusahaan benar-benar memerlukan pengukuran pasar. Apabila memang diperlukan, butuh diketahui juga di bagian mana pengukuran tersebut perlu untuk dilakukan. Hal ini akan tergantung dari kekuatan serta visi perusahaan tersebut.
    • Ketiga adalah scalling. Kegiatan ini termasuk pengumpulan data yang bersumber dari kesepakatan awal serta validasi jalur yang dapat membantu dalam meraih gol. Di tahap ini, karyawan harus mampu dalam melipatgandakan kesepakatan bersama pihak ketiga serta meletakkan struktur penyokong pada tempat yang tepat.
  2. Business Development Tidak Sama dengan Sales
    Kegiatan pengembangan bisnis tidak selalu terkait penjualan. Secara umum, kegiatan ini dimaksudkan dalam melakukan identifikasi serta pembangunan kemitraan yang nantinya akan menambah nilai jual bagi perusahaan. Kegiatan pengembangan bisnis ini nantinya akan turut menarik pemasukan ataupun distribusi, serta meningkatkan nilai yang terkandung dalam produk atau jasa yang dipasarkan tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan sales yang akan terfokus pada cara-cara dalam mendatangkan pemasukan dalam jumlah lebih banyak bagi perusahaan. Perbedaan antara Business Development dan Sales akan terlihat terutama saat perusahaan merekrut karyawan dan memutuskan untuk mempekerjakan sales leader di tahap awal pembentukan perusahaan. Hal ini menandakan perusahaan telah ada di tahap yang lebih dewasa.
  3. Pentingnya Manajemen Pasca Kesepakatan
    Sukses atau tidaknya kesepakatan yang terjadi akan berawal dari proaktivitas serta kredibilitas manajemen. Pada sebagian besar kasus, karyawan di bidang pengembangan bisnis akan berbeda dengan account manajer. Umumnya, account manager yang akan menawarkan insentif serta kompensasi beragam melalui pemenuhan gol yang akan ditetapkan bersama kedua pihak. Jika belum merasa siap dalam mengalokasikan satu orang guna menyokong kesepakatan bersama pihak ketiga, maka pikirkan lagi dalam menerima kesepakatan yang ada.
  4. Kuantitatif vs Kualitatif
    Perusahaan biasanya akan mencoba dalam membangun bisnis dengan hanya mengandalkan proposisi kualitatif saja. Hal ini sebenarnya akan sangat sulit serta resiko kegagalannya bisa sangat besar. Pasar akan kurang tergoda dengan iming-iming pengalaman transaksi yang lebih lam atau konektivitas yang lebih luas, bahkan apabila publik menyukai produk dari perusahaan tersebut. Nilai kuantitatif seperti memperkecil biaya akan mendatangkan pemasukan yang lebih banyak serta menarik konsumen baru. Hal ini akan turut meningkatkan kemungkinan untuk sukses dengan drastis. Salah satu caranya adalah mengingat analogi dari alat pacu jantung dengan alat bantu dengar. Jika harus memilih salah satu di antara keduanya, tentu kita akan memilih alat pacu jantung.
  5. Perlunya Dukungan untuk Bisnis
    Business developer akan menyatukan aneka sumber daya internal yang ada dengan cara demikian rupa. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa mencapai tujuan serta kemitraan yang lebih baik. Tidak adanya dukungan akan dapat mengarah pada keadaan yang tidak baik, termasuk di antaranya adalah saling menyalahkan dan menuduh satu sama lain. Dalam suka maupun duka, semua pihak harus merasakan keduanya.
  6. Ciptakan Kerangka Berpikir
    Kerangka berpikir ini terutama penting dalam menilai kesempatan yang dimiliki. Semua orang dalam tim harus memahami kesepakatan yang diperlukan perusahaan. Hal ini juga penting agar kita bisa memperoleh dukungan penuh dari semua anggota tim yang ada. Kesepakatan ini termasuk hal-hal yang akan mendatangkan keuntungan, seperti menambah penghasilan, mendatangkan lebih banyak konsumen hingga memungkinkan perusahaan dalam merambah pasar baru maupun menaikkan citra perusahaan. Aneka tujuan ini biasanya akan dirangkum dalam bisnis plan. Saat tujuan telah ditetapkan secara jelas dan sesuai mindset tiap orang yang terdapat dalam tim, maka akan lebih mudah bagi semua anggota tim dalam mencapainya.
  7. Jalin Kesepakatan Secara Cermat
    Terdapat perbedaan yang cukup jelas antara menjalin kerjasama yang tepat dengan sekedar menjalin kerjasama. Penjalin kerjasama yang baik dapat membantu mengetahui adanya sinyal keliru atau saat ada momentum pasar di mana pemasukan datang dalam nilai tertentu yang dapat menyamarkan besarnya kesempatan di baliknya. Penjalin kerjasama yang masih kurang berpengalaman akan menawarkan pilihan yang cenderung keliru serta mengalihkan perusahaan dari kesempatan baik. Banyak contoh perusahaan yang harus menelan pil pahit karena keputusan kerjasama yang terjalin secara kurang baik. Pada akhirnya, kesempatan buruk ini akan disesali. Di tahap ini, perlu adanya pengembangan tingkat pemahaman serta keyakinan bersama tim pengembangan bisnis yang dimiliki.
  8. Tidak Terdapat Isu Legal
    Isu legal dalam perusahaan akan mengharuskan tim Business Development serta konsultan legal duduk bersama serta mengkalkulasi kesempatan bisnis yang ada. Selain itu, adanya kesempatan bisnis juga akan dibandingkan dengan resiko yang harus dihadapi. Kesimpulan yang ada akan turut dijelaskan pada tim manajemen.

Membangun bisnis memang bukan perkara mudah. Kita harus memastikan semua hal telah berjalan sesuai fungsi, mulai dari SDM hingga produk yang ada. Tim pengembangan bisnis yang tepat dan dimasukkan pada waktu yang tepat akan membantu memastikan perusahaan berada pada jalur yang semestinya. Pentingnya peran Business Development ini tidak hanya dibutuhkan pada perusahaan besar, namun juga pada usaha start up yang baru berkembang. Bahkan pada usaha yang dikelola sendiri, pengembangan usaha juga diperlukan. Hal ini tidak terlepas dari pentingnya perencanaan bisnis demi kelancaran usaha serta agar mendatangkan keuntungan yang lebih besar lagi ke depannya. Tentu saja pada usaha yang lebih kecil atau usaha sendiri, tidak dibutuhkan adanya lini karyawan khusus. Karena skala usaha yang jauh lebih kecil dibanding perusahaan besar, maka kita hanya perlu melakukan analisis usaha dalam prakteknya.

Kegiatan pengembangan usaha ini dilakukan oleh diri sendiri sekaligus dengan pelaksanaan bisnis tersebut. Sebagai contoh adalah apabila kita mendirikan shop yang khusus berjualan pakaian. Maka, dalam hal pengembangan usaha, yang bisa kita lakukan di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan terlebih dahulu kita akan berjualan melalui media apa. Terdapat website, blog, jejaring sosial hingga marketplace yang bisa digunakan sebagai tempat berjualan online.
  2. Tentukan apa yang hendak dijual dan target pasar. Sebagai contoh apabila kita hendak menjual pakaian renang muslimah, tentu target pasar adalah muslimah yang gemar berenang.
  3. Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial dengan menyebarkan link barang dagangan. Promosi yang tepat adalah dilakukan pada muslimah yang hobi berenang karena mereka pasti akan mencari baju renang khusus muslimah ini.
  4. Perhatikan pesaing atau toko online lain yang turut menjual produk yang sama. Kita bisa perhatikan produk yang mereka jual, berapa harganya, seperti apa spesifikasi, dan lain-lain. Lihat juga apa saja kelemahan dan kelebihan dari pesaing agar kita bisa belajar dari mereka.
  5. Jaga kualitas produk dengan hanya menyediakan produk terbaik dengan harga yang sepadan.
  6. Jika harus menaikkan harga produk, lakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan kualitasnya.

Strategi pengembangan bisnis ini akan turut mempengaruhi keuntungan yang didapat. Dengan strategi yang tepat, kita akan dapat menjaring lebih banyak konsumen, membangun brand awareness yang lebih tinggi serta tentunya berimbas pada keuntungan yang lebih tinggi. Penting untuk memiliki gambaran rencana akan usaha yang dijalankan, termasuk di antaranya adalah pengembangan usaha yang tepat. Hal ini tidak hanya dibutuhkan untuk usaha besar yang sudah maju dan memiliki kantor, tapi juga yang dijalankan dengan modal terbatas.

Salah satu yang termasuk dalam strategi pengembangan usaha terutama di tahap awal adalah memilih seperti apa usaha hendak dijalankan. Jika kita termasuk pengusaha pemula yang baru hendak memulai, maka pilihan yang tepat di antaranya adalah bisnis KUDO. Apa itu KUDO dan mengapa kita sebaiknya memilih jenis usaha ini sebagai pemula?

KUDO adalah singkatan dari Kios Untuk Dagang Online. Konsep KUDO pada dasarnya sama saja seperti marketplace lain yang biasa kita temukan di internet. Melalui KUDO, kita bisa turut menjual barang dan mendapat komisi dari tiap barang yang terjual. Jadi, bisnis KUDO adalah bisnis online yang bisa dijalankan secara fleksibel dari mana saja dan kapan saja selama kita terhubung ke internet. KUDO telah dikonsep oleh dua pendirinya sebagai solusi bagi kita yang ingin menjadi pengusaha online secara mudah. KUDO menjadi jawaban bagi kita yang ingin mencari tambahan penghasilan dengan modal kecil, namun skema keuntungannya besar.

Walaupun konsepnya sama seperti marketplace lain pada umumnya, KUDO tentu memiliki beberapa kelebihan tersendiri. Termasuk di antaranya adalah keamanan dalam bertransaksi yang dijamin. Transaksi melalui KUDO dijamin bebas dari penipuan yang biasanya terjadi pada e-commerce lain. Tak hanya itu, transaksi KUDO juga bisa disebut sebagai transaksi online rasa offline. Ini karena transaksi bisa dilakukan secara online ataupun offline. Pembeli bisa membayar langsung pada agen KUDO menggunakan uang cash. Model seperti ini belum ditemukan pada e-commerce lain, sehingga menjadi keunikan KUDO serta menjamin keamanan transaksi yang terjadi.

Masih banyak keuntungan yang ditawarkan KUDO kepada agen dan pembelinya. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. KUDO menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan dalam penjualan produknya. KUDO akan melakukan seleksi terlebih dahulu pada perusahaan yang bekerjasama sehingga hanya perusahaan dengan reputasi baik yang akan dipilih. Hal ini menjamin kita mendapat harga barang terbaik dengan kualitas yang sepadan.
  2. Jumlah produk KUDO ada jutaan sehingga akan meningkatkan kemungkinan dalam terjual.
  3. Skema komisi KUDO sangat menarik yaitu mencapai 70%. Komisi juga diberikan secara terbuka yaitu ditampilkan di bawah harga produk. KUDO juga tak hanya memberikan bonus, namun aneka bonus yang menarik.
  4. Aplikasi KUDO telah didesain agar aman digunakan oleh agen KUDO. Semua transaksi akan dapat direkam serta dilacak. Jangan khawatir karena nominal komisi pasti akan dibayarkan dan tidak terlewatkan.
  5. Pendaftaran agen KUDO adalah gratis sehingga tidak akan memberatkan kita dalam modalnya.
  6. Agen KUDO bisa mulai berjualan dengan saldo awal Rp10.000 saja. Saldo awal ini terbilang sangat kecil dan terjangkau sehingga akan mudah untuk mulai berjualan.

Berikut ini adalah langkah-langkah agar kita bisa mulai menjadi agen KUDO. Sangat mudah untuk memulai menjadi agen KUDO.

  1. Download terlebih dahulu melalui PlayStore atau shop.KUDO.co.id
  2. Daftarlah menjadi agen dengan cara mengisikan data-data diri
  3. Bayarkan saldo awal senilai Rp10.000
  4. Kita telah terdaftar sebagai agen KUDO dan bisa mulai menjual jutaan produk KUDO.

Lalu, bagaimana cara berjualan melalui KUDO? Sangat mudah dan tidak perlu orang dengan pendidikan khusus agar bisa melakukannya.

  1. Buka terlebih dahulu aplikasi KUDO yang telah didownload. Temukan lalu tawarkan produk pada pelanggan. Kita bisa menawarkannya secara langsung atau melalui jejaring sosial.
  2. Lakukan pemesanan produk yang diinginkan pelanggan. Masukkan data pembelian lalu lakukan konfirmasi pembayaran.
  3. Pelanggan akan melakukan pembayaran menggunakan cara yang sudah disepakati bersama.
  4. Segera setelah pembayaran terkonfirmasi, barang yang dipesan akan langsung dikirim ke alamat pembeli
  5. Agen KUDO akan menerima komisi dari penjualan tersebut yang secara otomatis masuk dalam saldo KUDO.

Agar bisnis KUDO dapat berhasil dan mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan, tentu ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Hal-hal di bawah ini termasuk dalam pengembangan bisnis dalam .

  1. Mulailah dari serius menjalankan bisnis KUDO. Niat yang sungguh-sungguh akan membawa kita pada hasil yang maksimal.
  2. Kuasai teknik penjualan, cara mendapat komisi serta bonus yang ditetapkan KUDO.
  3. Kuasai juga hal-hal teknis lainnya seperti cara melakukan deposit, cara mendapatkan link referral, cara promosi ke jejaring sosial, dan lain sebagainya. Hal-hal terkait teknis ini akan membantu kita dalam meningkatkan penjualan.
  4. Kelola keuangan dengan baik dengan cara tidak mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis KUDO.
  5. Update ilmu dengan cara turut serta dalam aneka pelatihan yang diadakan oleh KUDO. Ikuti juga komunitas KUDO agar kita tidak tertinggal dalam tiap update terbaru yang dilakukan KUDO.

Demikian adalah pentingnya pengembangan bisnis serta cara berbisnis melalui media online seperti KUDO. Bisnis KUDO adalah bisnis yang cocok untuk ibu rumah tangga, pelajar hingga mahasiswa. Hal ini terutama karena bisnis KUDO bisa dijalankan dari dalam rumah saja, fleksibel serta tidak membutuhkan modal besar. Keuntungan yang bisa didapat dari KUDO terbilang sangat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga ulasan di atas dapat membantu, terutama untuk kita yang tengah mencari pekerjaan sambilan di waktu luang.