Cara Perhitungan Tagihan Listrik dan Mengurangi Resiko Tagihan Membengkak
03Aug

Pengertian Bisnis Waralaba dan Contohnya di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bukan sekali dua kali kita mendengar istilah . Namun, apa sebenarnya waralaba itu dan bagaimana menjalankannya? Apakah waralaba termasuk dalam yang atau tidak? Bagaimana dengan sistem permodalannya? Untuk menjawab aneka pertanyaan di atas, kita harus paham terlebih dahulu mengenai pengertian dan contohnya yang ada di . Waralaba atau franchise dalam bahasa Inggris adalah hubungan bisnis antara pemilik merk, produk ataupun sistem operasional dengan pihak kedua. Bisnis ini berupa pemberian izin untuk pemakaian merk, produk serta sistem operasional dalam jangka waktu yang ditentukan sebelumnya. Singkatnya, waralaba adalah bisnis yang menggunakan prinsip kemitraan.

Waralaba tentu berbeda dengan bisnis KUDO yang apabila kita bergabung menjadi agen. Apabila dalam KUDO, kita tidak perlu membayar franchise fee untuk membeli izin pemakaian merk dan produk, sementara dalam waralaba ada biaya-biaya tertentu yang harus dibayar. Dalam jenis jenis waralaba, dikenal adanya istilah franchisor dan franchisee. Franchisor diartikan sebagai badan usaha ataupun perseorangan yang memiliki konsep, merk dan juga produk. Franchisor akan menguasai, mengembangkan serta memberikannya pada franchisee berdasarkan kontrak perjanjian. Jadi, franchisor diartikan sebagai pemilik merk ataupun produsen. Sementara franchisee adalah pihak yang mendapat hak untuk memproduksi konsep franchisor. Franchisee dapat berupa badan usaha ataupun perseorangan.

Franchisee akan terikat kontrak ataupun perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Franchisee memiliki komitmen dalam menghormati tiap konsep, peraturan serta spesifikasi dari franchisor. Franchisee dapat dikatakan sebagai pembeli hak merk dari franchisor. Contoh waralaba di Indonesia sangat banyak dan juga terdiri dari waralaba aneka bidang yang rata-rata sudah terkenal. Hubungan antara franchisor dan franchisee sendiri disahkan melalui ikatan kesepakatan atau perjanjian. Franchisor akan memberi arahan seputar teknis usaha, manajemen hingga marketing kepada franchisee. Sementara franchisee harus membayar dana tergantung dari kesepakatan dengan franchisor. Franchisor juga akan memberikan hak pada franchisee terkait pelaksanaan bisnis, termasuk di antaranya adalah aneka atribut seperti nama merk, prosedur hingga SOP yang berlaku.

Di Indonesia sendiri sekarang ini sudah sangat banyak bisnis waralaba yang berkembang dengan sangat pesat. Di antaranya yang terkenal adalah bisnis waralaba , restoran, rumah makan, dan lain sebagainya. Kita bisa menemukannya dengan mudah bahkan hingga ke desa-desa, terutama untuk bisnis minimarket. Menjamurnya bisnis waralaba ini tidak lepas dari potensi keberhasilan yang tinggi serta peminat yang semakin banyak. Apalagi, bisnis waralaba telah memiliki sistem yang jelas dan SOP yang terbukti berhasil. Kecil kemungkinan bisnis waralaba akan mengalami kegagalan. Namun demikian, kita harus tetap mempromosikan dan mengerahkan usaha agar bisnis bisa tetap berjalan dengan baik.

Memahami kelebihan dan kekurangan waralaba dapat menjadi langkah pertama dalam ini. Bisnis lain yang dapat kita lakukan di samping waralaba adalah menjadi . KUDO atau Kios Untuk Dagang Online adalah salah satu marketplace yang cukup populer di Indonesia. Kita bisa ikut menjadi agen dengan cara mendaftarkan diri lalu membayar saldo awal mulai dari Rp 10.000,- saja. Setelahnya kita sudah bisa menjual aneka produk yang ada dalam KUDO. Bisnis ini bisa dijalankan dari dalam rumah saja sehingga cocok untuk , pensiunan, pelajar hingga mahasiswa. Keuntungan diberikan dalam bentuk komisi. Skema komisinya sangat menarik yaitu mencapai 70%. Bisnis ini bisa menjadi solusi bagi kita yang menginginkan usaha dengan dan tetap menguntungkan.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *