07Jan

Strategi Pemasaran Reseller Baju yang Bisa Dicoba

Dalam melaksanakan reseller baju, salah satu hal yang harus jadi perhatian adalah strategi pemasarannya. Fokus dalam menerapkan strategi pemasaran yang tepat akan bisa memperbesar keuntungan yang didapat. Sebagai contoh adalah memaksimalkan bisnis lewat , e-marketing hingga beriklan melalui PPC atau Pay Per Click. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dijalankan dalam bisnis reseller.

  1. Manfaatkan Media Sosial

Media sosial telah tumbuh serta berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Bahkan, penyebaran informasi terbilang lebih efektif apabila dilakukan melalui media sosial. Strategi pemasaran baju lewat media sosial ini terbilang tepat sasaran. Putuskan dulu kalangan mana yang akan jadi target, lalu fokuslah pada media yang dirasa tepat. Beberapa media sosial yang direkomendasikan di antaranya adalah Twitter, Instagram serta Facebook. Tentukan konten yang menarik serta kreatif sebagai kunci sukses pemasaran. Jangan hanya terpaku pada teks namun juga video, gambar, infografik dan lain-lain yang bisa menarik konsumen.

  1. Gunakan Email Marketing

Email marketing sudah bukan hal baru lagi. Cara kerjanya adalah memanfaatkan daftar alamat surat elektronik pelanggan sebagai metode pemasaran. Email marketing terbilang lebih efektif karena cara ini memungkinkan kita memasukkan pesan ke dalam kotak masuk calon pelanggan. Selain mengirimkan penawaran produk, bisnis reseller baju lewat email marketing juga bisa digunakan sebagai sarana dalam menjalin hubungan baik lewat newsletter. Untuk bisa mendapat newsletter, calon pelanggan harus jadi subscriber. Namun, biasanya calon pelanggan tidak akan mau subscribe jika konten atau produknya dirasa tak menarik. Di sinilah kita harus mengkreasikan konten sebaik mungkin agar calon pelanggan tertarik.

  1. Menjadi Publisher Iklan Lewat PPC

Bisnis reseller baju dapat pula dijalani lewat menjadi publisher ataupun advertiser iklan lewat Pay Per Click atau PPC. Beriklan lewat PPC ialah cara tepat dalam pemasaran suatu produk. Kita hanya akan membayar iklan yang diklik oleh orang lain. Website bisa dijadikan media untuk pemasang iklan dan kita bisa mendapat bayaran dari pemasang iklan tiap kali ada orang yang mengklik link iklan yang dipasang. Namun jika kita hendak menjadi advertiser, kita hanya perlu membayar biaya pemasangan iklan tiap iklan mendapat klik.

Sebelum menjalankan bisnis reseller, ada baiknya kita perhatikan dulu perbedaan antara reseller dan dropship. orang yang menyalahartikan reseller sebagai dropship. Keduanya berbeda walau memang agak mirip. Dalam bisnis reseller, kita membeli produk dari supplier secara grosir dan menjualnya kembali secara ecer. Jelas, dalam bisnis ini kita harus memiliki banyak modal untuk pembelian barang di awal. Sementara dalam sistem dropship, kita tidak harus mengeluarkan banyak modal. Dropshipper hanya akan jadi perantara antara produsen dan konsumen di mana kita memesankan produk pesanan konsumen langsung pada produsen dan akan mendapat keuntungan dari tiap produk yang terjual.

 Reseller baju dapat dilakukan dengan lebih mudah sekarang ini berkat adanya Kudo. Sistem Kudo memberi kemudahan serta keuntungan berlipat berkat keamanan transaksi. Melalui Kudo kita bergabung menjadi agen dan mendapat komisi dari tiap produk yang terjual. Makin banyak produk terjual maka otomatis akan makin banyak juga keuntungan yang bisa didapat. Download dan isi saldo minimal Rp10.000,- saja maka kita sudah bisa mulai berjualan dan menjadi agen. Bisnis ini juga terbilang fleksibel karena bisa dijalankan kapan saja dan di mana saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *