22Sep

9 Usaha yang Lagi Trend & Booming Terbaru 2017 Sekarang Saat Ini

Usaha yang lagi trend & booming terbaru 2017 sekarang saat ini. Layaknya sebuah ekosistem, usaha merupakan sebuah perkumpulan beragam aktor yang dinamis dan saling berkembang dalam menciptakan dan menangkap nilai baru melalui kolaborasi dan kompetisi yang ada. Metafora ekosistem menjadi analogi yang ideal untuk memahami bagaimana jenis usaha trend booming terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bagaimana bisa? Ekosistem, sekalipun dapat bertahan lama, ia tetap memiliki sifat mutlaknya yakni ‘berubah’. Layaknya dalam dunia usaha, di era modern saat ini misalnya, informasi menjadi terdigitalisasi dan diproses melalui data yang akhirnya turut membawa perubahan pada lanskap usaha dengan jaringan yang lebih saling terhubung.

Tak tanggung-tanggung, secara global, batas-batas ditembus dalam berbagai sektor. Konsumen menjadi aktor yang aktif. Kemunculan berbagai platform pun turut mendukung terciptanya produk serta layanan baru. Berbagai objek semakin terhubung dengan dunia internet yang semakin tumbuh cepat, memberikan segudang peluang dalam dunia usaha bagi Anda yang bisa dengan cerdik memanfaatkannya. Mengetahui trend yang sedang berkembang akan sangat penting untuk membantu Anda dalam rencana usaha Anda Lantas apa saja jenis usaha trend booming yang ada di tahun 2017 ini?

9 Usaha yang Lagi Trend & Booming Terbaru 2017 Sekarang Saat Ini

Entrepreneurship yang Semakin Mem-Booming

Wirausaha atau yang lebih sering Anda dengar sebagai bentuk entrepreneurship memang bukanlah hal baru. Namun, perubahan sebagai konsekuensi dari perkembangan sosio-demografis, ekonomi hingga teknologi yang berdampak pada kecepatan transfer informasi, akses pasar dan perkembangan dunia usaha turut membawa wirausaha menjadi sebuah usaha trend booming. Berwirausaha Nampak berubah menjadi bentuk hobi yang semakin menarik hingga setiap orang seolah ingin ‘mencoba’nya. Bagaimana bisa?

Menjawab mengapa usaha trend booming tahun 2017 ini, usaha memang menjadi trend yang nyata ketika hampir semua orang melakukannya. Menurut laporan yang dikutip pada Inc, di Amerika Serikat saja, tahun 2016 lalu tercatat ada lebih dari 27 juta entrepreneur. Sebuah angka yang fantastis itu didukung fakta lain bahwa sekitar 80% dari mereka yang memiliki niat untuk membuka usaha dalam tiga tahun kedepan, sudah mulai menyiapkan segala sesuatunya. Hal ini tentunya menunjukkan betapa dunia usaha menjadi sesuatu dengan daya tariknya yang begitu kuat. Kini, hambatan bagi Anda untuk menjalankan usaha memang rendah. Anda tidak memerlukan satu ton modal atau menghadapi rumitnya birokrasi dalam membuka usaha. Yang perlu Anda siapkan adalah niat dan kekuatan untuk bertahan di dunia usaha.

Trend Menjadi Intrapreneur

Dalam membahas mengenai usaha trend booming, kita tidak bisa melewatkan jenis entrepreneur ini, yakni intrapreneur. Lantas apa yang membedakannya dengan jenis usaha biasa? Intrapreneurship merupakan sebuah konsep yang cenderung baru yang berfokus pada pegawai sebuah perusahaan yang memiliki banyak atribut entrepreneur. Atau secara sederhana, intrapreneur adalah seseorang dalam perusahaan yang mengambil resiko dalam memecahkan masalah yang diberikan. Seperti yang terungkap dalam buku milik Eric Ries yang berjudul the Lean Startup, ia mengungkapkan bagaimana intrapreneur menjadi terus berkembang. Ketika pengusaha biasanya dianggap enggan terikat dengan entitas perusahaan manapun dan lebih memilih untuk dari nol, intrapreneur atau yang kerap disebut sebagai internal entrepreneur ini akan semakin diminati perusahaan mapan yang membutuhkan keberanian dan wawasan entrepreneur dalam mengambil resiko. Menarik dan menantang, bukan?

Menjadi Solopreneur dan Parallel Entrepreneur, Kenapa Tidak?

Solopreneur juga akan semakin menjadi usaha trend booming tahun 2017 ini. Solopreneur, seorang pengusaha yang menjalankan usaha mereka sendiri, dianggap memiliki daya tarik yang besar dengan sifatnya yang menjaga hal-hal untuk tetap ramping, gesit, minim dan bebas. Solopreneur part-time atau pengusaha paruh waktu dianggap menjadi satu yang paling banyak diminati. Definisi pengusaha tipe ini dibedakan pada jangka waktu orang tersebut bekerja. Pengusaha paruh waktu biasanya dilakukan oleh mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Definisi lain mengungkapkan, pengusaha paruh waktu merupakan sebuah bentuk transisi sebelum seseorang benar-benar menjadi pengusaha dengan menguji pasar untuk melihat keberlanjutan usaha mereka secara ekonomis. Mengapa solorpreneur paruh waktu? Solopreneur paruh waktu dapat dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pengangguran hingga siswa yang ingin mendapatkan uang tambahan.

Lantas bagaimana dengan parallel entrepreneur?

Parallel entrepreneur menjadi sebuah definisi yang tepat bagi seseorang yang menjalankan usaha sebanyak dua atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Kemampuan dan peluang yang ditunjang dengan perkembangan aspek demografi dan ekonomi serta terfasilitasi dengan teknologi modern membuat terus bertumbuhnya angka orang-orang yang menjadi seorang parallel entrepreneur sehingga tak dipungkiri menjadi usaha trend booming tahun 2017. Dengan menjalankan lebih dari satu usaha, Anda akan memperoleh profit yang lebih besar dengan keberagaman produk yang bisa Anda tawarkan.

2017, Tahunnya Start-Up?

Tahun-tahun lalu, para pakar bisnis memprediksi bahwa sektor start-up akan mengalami perkembangan besar, khususnya start-up yang menargetkan segmen pasar dengan klien yang sangat spesifik, atau yang bisa kita sebut sebagai usaha niche, dengan pemasaran yang lebih lembut. Bagaimana? Usaha trend booming 2017 yang diamati oleh pakar menunjukkan fakta bahwa sektor pelatihan, hiburan dan teknologi informasi dan komunikasi banyak memunculkan usaha jenis baru. Sektor start-up semakin memiliki peranan yang terus meningkat dalam dunia usaha seiring dengan munculnya beragam usaha kecil. Mereka mungkin terlihat kurang berpengalaman, namun dinamisnya pertumbuhan usaha jenis ini yang sudah terjadi di berbagai belahan dunia semakin mendukung niat Anda yang ingin mencobanya.

Nah, setelah menyimak ulasan mengenai jenis usaha trend booming yang semakin berkembang tahun ini mulai dari menjadi intrapreneur, solopreneur, parallel entrepreneur hingga kemunculan berbagai start-up baru yang semakin menjamur, Anda tentu bertanya-tanya bidang apa yang bisa Anda pilih dalam menjalankan usaha Anda. Membaca keadaan termasuk trend yang sedang berkembang memang sangat penting dalam menentukan nasib usaha Anda. Untuk itu, Anda dapat menyimak ulasan mengenai bidang-bidang usaha trend booming yang sangat berpeluang bagi Anda.

Usaha Trend Booming Bidang Fintech

Usaha teknologi penyedia jasa finansial atau yang sering disebut sebagai fintech muncul sebagai kombinasi pelayanan finansial dengan teknologi modern seperti internet dan inovasi digital. Sektor usaha ini memang sangatlah menarik di Indonesia seiring dengan terus meningkatnya urusan finansial yang dihadapi masyarakat beragam kelas. Terlebih, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah merilis regulasi terkait pelayanan peminjaman uang berbasis teknologi informasi yang semakin menjadikan fintech menjadi salah satu bidang usaha trend booming tahun 2017 ini.

Fintech sejatinya mulai merangkak dalam dunia usaha Indonesia sejak kemunculan Asosiasi Fintech Indonesia atau AFI pada September 2015. Pembentukan AFI didasari pada fakta bahwa kurang dari 50% orang dewasa memiliki akun bank. Selain itu, terdapat banyak usaha kecil dan menengah yang nyatanya belum memenuhi persyaratan bank. Data valid lainnya menunjukkan bahwa 50% orang mengirimkan uang melalui bank dan sebanyak 27% orang menyimpan uangnya di bank. Di sisi lain, sebanyak 44% orang tercatat meminjam uang melalui kenalan mereka. Data tersebut membuktikan betapa potensialnya ranah fintech.

Masuknya fintech sebagai salah satu bidang usaha trend booming tahun 2017 pun bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dilansir, pengguna fintech terus meroket. Kepala Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Sharing Vision yakni Dimitri Mahayana mengungkapkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 130 juta pengguna dengan 17 juta orang di antaranya sudah menggunakan layanan fintech. Dengan keberagaman bentuk fintech di Indonesia mulai dari layanan peminjaman P2P atau peer-to-peer, e-money, payment gateway dan lainnya, usaha fintech ditaksir memiliki nilai bisnis hingga mencapai 1 kuadriliun per tahunnya. Sebuah angka yang fantastis dan potensial, ya? Tertarik untuk mencoba usaha ini?

Usaha Trend Booming Bidang e-Commerce

Usaha bidang e-commerce memang bukanlah hal baru, tapi e-commerce benar-benar enggan turun dari posisinya sebagai salah satu bidang usaha trend booming di Indonesia. Tahukah Anda? Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Hal tersebut terungkap dari Data Sensus Ekonomi tahun 2016 milik Badan Pusat Statistik atau BPS yang menyebutkan bahwa dalam satu dekade ini, usaha e-commerce di Indonesia telah tumbuh sekitar 17% dengan jumlah mencapai 26,2 juta usaha. Sebuah angka yang fantastis dan akan terus bertambah dan berkembang dengan makin banyaknya pelaku usaha yang beralih ke dunia digital.

Seberapa potensial usaha bidang ecommerce? Dalam riset global yang dilakukan oleh Bloomberg, diprediksi bahwa separuh penduduk Indonesia akan terlibat dalam aktivitas e-commerce. Terlebih, penggunaan telepon selular pintar di Indonesia sangatlah masif. Hal tersebut juga didukung oleh laporan milik McKinsey bertajuk ‘Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity’ yang menyebutkan bahwa akses internet melalui perangkat selular semakin mendukung pertumbuhan usaha e-commerce yang diprediksi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 150 miliar dolar Amerika Serikat di 2025.

Kondisi sektor teknologi informasi memang semakin mendukung akselerasi ekonomi digital. Saat ini sudah sangat banyak perusahaan e-commerce dengan berbagai produk dan layanan yang semakin berkembang  dan akan semakin banyak usaha-usaha e-commerce lainnya yang akan terus bermunculan dengan melihat potensi yang dimiliki. Maka, tak salah memasukkan e-commerce sebagai salah satu bidang usaha trend booming tahun 2017. Namun, perlu Anda ketahui bahwa e-commerce memiliki jenisnya tersendiri. Apa sajakah itu?

  1. E-commerce jenis Classifieds/ Daftar Iklan Baris
    E-commerce jenis ini merupakan yang paling sederhana di mana Anda sang penyedia jasa e-commerce tidak terlibat secara langsung dalam proses jual beli yang berlangsung. Melainkan, Anda hanya menjadi media yang mempertemukan penjual dan pembeli. Anda yang menjalankan e-commerce jenis ini akan mendapatkan keuntungan dari iklan premium yang terpampang di website.
  2. E-commerce jenis C2C atau Costumer to Costumer
    Pada e-commerce tipe ini, Anda tidak hanya menjadi media yang mempertemukan penjual dan pembeli, namun juga menyediakan metode pembayaran atas transaksi online yang dilakukan. Misalnya dengan memberikan layanan Escrow atau memberikan rekening pihak ketiga. Escrow akan menjembatani Anda sebagai pihak e-commerce, penjual dan pembeli dalam proses jual beli yang berlangsung. Ketika kesepakatan jual beli diraih, pembeli akan diharuskan mentransfer dana ke Escrow untuk kemudian mengizinkan penjual untuk mengirimkan barangnya ke sang pembeli. Setelah dana di transfer dan barang dikirim, barulah Escrow akan memberikan uangnya ke penjual.
  3. E-commerce jenis shopping mall
    E-commerce jenis ini sebenarnya merupakan bagian dari e-commerce C2C, yang membedakannya adalah penjual yang terlibat. Dalam shopping mall, pihak-pihak yang dapat menjadi penjual dalam e-commerce ini membutuhkan proses verifikasi yang cukup rumit, maka hanya brand-brand besar yang mampu menjadi penjual di sini.
  4. E-commerce jenis B2C atau Business to Consumer
    E-commerce jenis ini menjual produk yang dimiliki oleh perusahaan e-commerce tersebut, sehingga akan dihasilkan keuntungan penuh atas produk yang dijual. E-commerce jenis ini memang salah satu usaha trend booming Indonesia karena keuntungannya akan lebih besar karena Anda tidak perlu membaginya dengan pihak lain seperti pada jenis C2C atau shopping mall. Namun, menerapkannya pun bisa dibilang tidak mudah karena membutuhkan modal yang besar dan kemampuan dalam menangani usaha secara komprehensif.
  5. Social Media Shop
    Penggunaan media sosial yang semakin menjamur nyatanya turut menciptakan yang menjanjikan. Tak ayal, e-commerce social media shop menjadi salah satu usaha trend booming yang ada saat ini. Pemanfaatan sosial media sebagai lahan usaha sangatlah potensial dan dapat dilakukan bahkan oleh Anda si pemula. Mangsa pasar yang besar akan semakin memperbesar keuntungan usaha Anda.

Usaha Trend Booming Bidang Software

Usaha Software as Service atau SaaS menjadi usaha trendy lainnya yang sedang sangat berkembang akhir-akhir ini. Mengapa? Sebab, software sudah menjadi sebuah komoditi tersendiri bagi segala kalangan dalam berbagai level, mulai dari personal, perusahaan hingga pemerintah. Dalam SaaS, pendekatan usaha dilakukan dengan menjadikan software sebagai layanan. Para pengguna dapat menggunakan software tersebut tanpa harus membelinya melainkan cukup menyewa dalam waktu tertentu saja. Pengguna pun dapat mengaksesnya dari mana saja karena letaknya berada di cloud drive yang memungkinkan Anda merasa sedang mengoperasikannya dari dalam hard-disk Anda. Sejatinya, web-based email seperti Gmail, Yahoo hingga Hotmail juga merupakan bentuk SaaS yang sederhana.

Bagaimana bisa SaaS menjadi bidang usaha trend booming saat ini? Jawabannya adalah karena kini kita memasuki era Web 3.0 yang memungkinkan segala sesuatu dapat dengan mudah terkoneksi dan terotomatisasi. Di seluruh dunia, orang berlomba-lomba menawarkan SaaS. Berbagai perusahaan SaaS terkemuka seperti Microsoft, Oracle, HP hingga Symantec memiliki total revenue sebesar 171 miliar dolar Amerika Serikat per tahun. Angka tersebut sangatlah fantastis mengingat jumlahnya hampir setengah dari revenue global yang besarnya 386 miliar dolar Amerika Serikat.

Usaha SaaS sangat potensial selain dengan peningkatan penggunaan teknologi adalah karena modal awalnya yang fleksibel. Mengapa? Sebab, usaha jenis ini merupakan bentuk dari kekayaan intelektual, sehingga Anda para pakar IT yang memiliki keahlian programming luar biasa dapat menjadikan SaaS sebagai ranah membangun usaha Anda. Selain itu, kontrol usaha SaaS cenderung tersentralisasi dengan jangkauan skalabilitas tanpa batas. Sebab, pengguna akan tetap dapat menggunakan layanan di mana pun dan kapan pun asal memiliki koneksi internet yang memadai.

Dengan meningkatnya partisipasi aktif yang positif masyarakat atas dunia digital, usaha SaaS pun turut berkembang secara positif yang tidak hanya menjadikan SaaS sebagai usaha trend booming saja, melainkan sebuah prospek usaha yang menjanjikan bahkan hingga di tahun-tahun ke depan. Bagaimana, tertarik mencoba usaha di bidang software seperti ini?

Usaha Trend Booming Bidang Industri Kreatif

Bagi Anda yang memiliki hobi maupun bakat pribadi, cobalah pikirkan karena mungkin saja mereka dapat menjadi sumber pundi-pundi uang Anda. Ya, industri kreatif memang sering dimulai dari sesuatu yang awalnya hanya hobi, kemudian dikembangkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Sekalipun industri kreatif sudah lama berkembang di masyarakat, beberapa jenis industri kreatif ini menjadi usaha trend booming tahun 2017 ini, loh. Apa sajakah itu?

  1. Desain grafis
    Anda memiliki keahlian dan kreatifitas tinggi dalam mendesain, maka cobalah untuk membuka usaha di bidang ini. Setiap tahun, permintaan jasa desain tak pernah sepi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan visualisasi, usaha desain grafis akan menciptakan peluang yang besar bagi Anda. Terlebih, jenis usaha ini cenderung fleksibel sehingga memungkinkan Anda untuk bekerja di mana pun dan kapan pun hanya dengan modal PC dan kemampuan desain yang Anda miliki. Usaha desain grafis juga bisa menjadi , loh.
  2. Daur ulang
    Nah, bagi Anda si kreatif yang memiliki banyak barang bekas, Anda bisa mencoba membuat berbagai produk baru layak jual dari barang-barang bekas tersebut. Sederhana dan minim modal. Usaha daur ulang memang menjadi salah satu usaha trend booming saat ini, terlebih dengan meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Memanfaatkan barang yang tadinya akan Anda buang akan sangat menguntungkan dan di sisi lain juga menunjukkan kepedulian Anda terhadap sang Mother of Earth. Ayo mulai dikumpulkan barang-barang yang tidak terpakai!
  3. Kuliner
    Usaha bidang kuliner memang tidak pernah sepi. Namun, tentunya Anda memerlukan kreatifitas untuk membuat Anda semakin diminati. Salah satunya adalah dengan membuat usaha kuliner melalui food truck. Orang Indonesia mungkin cenderung asing dengan food truck. Padahal food truck menjadi usaha trend booming sudah sejak lama di luar negeri, loh.Food truck memungkinkan Anda untuk membangun restoran berjalan. Anda bisa menggunakan kendaraan seperti truk atau mobil pick up dan mendesainnya sekreatif mungkin sehingga menarik minat pembeli. Dengan food truck, Anda tidak memerlukan biaya besar untuk membangun restoran atau kafe untuk menjajakan kuliner Anda. Selain itu, mobilitas food truck juga akan semakin memudahkan Anda untuk bertemu dengan pembeli. Anda hanya perlu pergi ke tempat-tempat yang sedang ramai untuk menjajakan makanan di food truck Anda. Bagaimana, menarik kan?

Nah, demikianlah beberapa usaha trend booming tahun 2017 ini. Dinamisnya proliferasi teknologi informasi masa kini memang turut membawa perubahan dalam lanskap dunia usaha yang Ada, termasuk kemunculan berbagai usaha yang trending dan booming. Hal ini membuktikan bahwa era internet turut menciptakan sebuah masa emas bagi Anda yang dapat memanfaatkannya menjadi sesuatu yang menguntungkan secara materi, yakni membuka usaha. Modal, pegawai hingga segala urusan rumit mungkin langsung bermunculan di kepala Anda ketika niat membuka usaha terbesit. Padahal, seperti yang telah diulas diatas, Anda pun dapat membuka usaha dengan hanya mempekerjakan diri Anda sendiri, secara fleksibel dan dengan modal minim, namun mampu memberikan potensi keuntungan yang menggiurkan. Dalam hal ini, KUDO bisa menjadi solusi Anda.

Bisnis Usaha Apa Ya? Daftar KUDO Dapatkan Untung Jutaan Rupiah Per Bulan

Apa itu KUDO?

Apabila Anda telah memahami ulasan mengenai jenis usaha yang telah dipaparkan di atas, KUDO merupakan bagian dari jenis start-up bidang e-commerce. Perusahaan e-commerce yang didirikan tahun 2014 oleh dua orang lulusan Haas Business of School di Barkeley ini siap memberikan wadah bagi Anda untuk memulai usaha Anda dengan mudah dengan menjadi agennya. KUDO yang merupakan akronim dari Kios Untuk Dagang Online ini menyediakan sebuah platform bagi Anda untuk menjadi pengusaha digital dari jutaan produknya yang berkualitas dan memiliki harga terjangkau. Tercatat, sudah ada lebih dari 2 juta produk yang beragam tersedia di KUDO, mulai dari tiket transportasi, kosmetik, barang elektronik, pakaian, makanan hingga perabot rumah tangga. Anda juga bisa membayar cicilan Anda di sini. Dengan tekad meningkatkan pengusaha digital di Indonesia, KUDO muncul sebagai angin segar bagi Anda yang ingin memulai usaha.

Mengapa KUDO?

Selain keberagaman produknya yang memungkinkan menjangkau berbagai kebutuhan konsumennya, KUDO juga memiliki beberapa kelebihan lainnya, yakni:

  • Transaksi offline dan online
    Ini adalah kelebihan KUDO dibandingkan e-commerce lainnya. Di KUDO, Anda dapat melakukan pembayaran secara online atau langsung membayar cash kepada agen KUDO. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir atas transaksi Anda karena KUDO memastikan keamanannya dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penipuan.
  • Memiliki mitra berkualitas
    Jutaan produk yang tersedia di KUDO didapatkan dari mitra yang sudah diproses secara selektif. Maka, Anda tak perlu khawatir karena perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan KUDO sudah dipastikan memiliki reputasi yang baik dengan produknya yang berkualitas.
  • Skema komisi yang menggiurkan
    Anda yang sedang berpikir untuk memulai peruntungan di dunia usaha dengan menjadi agen KUDO pasti akan tertarik dengan skema komisi KUDO yang totalnya mencapai 70%. KUDO juga transparan dalam memberikan komisinya sehingga para agen dapat langsung memantaunya di bawah harga produk. Jangan khawatir, tersedia pula beragam bonus bagi Anda para agen yang bekerja keras.
  • Proses transaksi yang mudah
    Dengan KUDO, proses transaksi terjadi dengan mudah dan aman melalui aplikasi KUDO yang menjangkau mangsa pasar secara luas. Dan dalam inovasinya, KUDO juga telah meluncurkan web app KUDO yang memungkinkan semua orang dapat menjadi agen dan berjualan dengan PC/ Laptop mereka tanpa harus menginstal aplikasi KUDO.
  • Menjadi agen KUDO sangat mudah
    Dengan menjadi agen KUDO, Anda sudah bisa memulai karir Anda sebagai pengusaha. Tak perlu repot apalagi membutuhkan modal ratusan juta, menjadi agen KUDO terbilang sangat mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

    1. Download aplikasi KUDO melalui PlayStore di ponsel pintar Anda. Atau, Anda dapat mendownloadnya di laman KUDO.co.id/shop.
    2. Lakukanlah registrasi sebagai agen KUDO dengan memasukkan data diri Anda.
    3. Isi saldo awal yang akan menjadi modal Anda dengan jumlah minimal Rp. 10.000,-
    4. Setelah diverifikasi sebagai Agen, Anda bisa langsung berjualan.

Bagaimana? Sangat mudah bukan? Menjadi seorang pengusaha tidak hanya melulu memerlukan status sebagai sarjana bisnis dengan modal ratusan juta. Dengan perkembangan dunia modern, peluang usaha semakin terbuka lebar untuk Anda yang dengan cerdik memanfaatkannya. Modal kecil tidak akan lagi menyiutkan nyali Anda untuk memulai usaha. Memiliki pekerjaan pun tak menjadi halangan bagi Anda yang ingin membuka usaha sampingan. Kehadiran berbagai platform e-commerce layaknya KUDO semakin mewadahi impian Anda untuk menjadi pengusaha. Yang perlu diperhatikan adalah, Anda tetap harus mau belajar dan update terhadap perkembangan dunia modern, termasuk jenis usaha trend booming yang dapat membantu Anda.

Sejak didirikan, hingga kini KUDO sudah memiliki ratusan ribu pengusaha digital yang tersebar di seluruh Indonesia. Kesempatan untuk memulai usaha dengan modal super minim dengan cara muda namun memungkinkan Anda untuk menggaet konsumen dengan skalabilitas yang luas dan dengan bentuk transaksi yang efisien berbasis aplikasi membuat KUDO banyak diminati.

Bagaimana, sudah siap menjadi pengusaha?